SEMARANG, Jatengnews.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen meminta masyarakat dan pelaku usaha tidak mudah terpengaruh isu potensi kerusuhan yang disebut akan terjadi pada Agustus 2026.
Isu tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial. Bahkan, pemasangan pagar pengaman di sejumlah pusat perbelanjaan, salah satunya Pakuwon Mall Solo, dikaitkan warganet dengan dugaan antisipasi kerusuhan dan penjarahan.
Salah satu akun TikTok, Endra Hartono, mengunggah video pemasangan pagar di Pakuwon Mall Solo dengan keterangan, “hanya sekedar isu atau dapat info A1 duluan yaa.”
Terkait hal itu, Taj Yasin mengatakan pemerintah terus memantau dan mengomunikasikan perkembangan situasi untuk memastikan kondisi Jawa Tengah tetap aman dan kondusif.
“Kemarin itu kita harus menjaga. Sehingga saya menghimbau, kita lihat saja kondisinya terkait isu yang beredar akan ada kejadian luar biasa di bulan Agustus. Sampai saat ini kita terus komunikasikan apa yang perlu disampaikan,” kata Gus Yasin saat ditemui Jatengnews.id, Kamis (6/8/2026).
Ia memahami munculnya kekhawatiran di kalangan pengusaha akibat isu tersebut. Namun, Gus Yasin meminta keresahan tidak berkembang hingga mengganggu aktivitas ekonomi dan investasi di Jawa Tengah.
“Ke khawatiran pengusaha itu muncul kalau ada isu seperti itu. Kita dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap, ayo kita selesaikan di Jawa Tengah ini. Supaya pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan investor tetap datang ke Jawa Tengah,” ujarnya.
Menurut Gus Yasin, berdasarkan penyampaian Badan Pusat Statistik (BPS), semakin banyak perusahaan dari dalam maupun luar negeri yang memilih memindahkan investasinya ke Jawa Tengah.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga keamanan dan kondusivitas daerah agar kepercayaan investor tetap terjaga.
“Kalau daerahnya aman, itu baik. Jangan sampai ada kekhawatiran, jangan-jangan jadi seperti tahun 1997 atau masa reformasi yang ada penjarahan. Ini yang harus kita bangun. Kalau memang ada permasalahan, ayo kita sampaikan, ayo kita tangani bersama. Jangan sampai mengganggu ekonomi,” tegasnya.
Gus Yasin menambahkan, kondisi perekonomian Jawa Tengah saat ini masih menunjukkan tren positif.
“Kita ingin Jawa Tengah tetap kondusif. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah juga bagus, mencapai 5,7 persen,” pungkasnya.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N





