KKN UIN Walisongo Hadirkan Ruang Aman Lewat Edukasi Anti-Bullying di SDN 02 Sojomerto

Sesi refleksi emosional membuat siswa berani mengungkap pengalaman menjadi korban perundungan sekaligus memperkuat budaya sekolah yang ramah anak.

Kendal, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terpadu (MIT) ke-22 Posko 168 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi edukasi anti-bullying di SD Negeri 02 Sojomerto, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Kamis (30/7/2026).

Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, kegiatan ini tidak hanya berisi penyampaian materi.

Mahasiswa juga menghadirkan sesi refleksi emosional sebagai ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman dan perasaan mereka terkait perundungan.

Dalam sesi edukasi, siswa diajak mengenali berbagai bentuk bullying, mulai dari perundungan fisik, verbal, hingga sosial.

Mahasiswa juga menjelaskan dampak psikologis yang dapat ditimbulkan serta langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindakan perundungan.

Suasana berubah haru ketika sesi refleksi dimulai. Sejumlah siswa secara sukarela menceritakan pengalaman mereka sebagai korban maupun saksi bullying di lingkungan sekolah.

Beberapa di antaranya bahkan tidak mampu menahan tangis saat mengungkapkan pengalaman yang selama ini dipendam.

Koordinator Desa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Posko 168, Tegar Hartadi, mengatakan kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori mengenai bullying, tetapi juga memiliki keberanian untuk menyuarakan pengalaman yang mereka alami.

“Edukasi mengenai bullying tidak cukup hanya melalui penyampaian materi satu arah. Melalui sesi refleksi ini, kami ingin menciptakan ruang yang aman agar adik-adik berani bersuara dan memahami bahwa pengalaman yang mereka alami tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang wajar,” ujar Tegar.

Kepala SD Negeri 02 Sojomerto, Edy Santoso, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UIN Walisongo yang menghadirkan edukasi anti-bullying dengan pendekatan yang lebih interaktif.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membantu mereka belajar mengungkapkan perasaan dan membangun kepedulian terhadap teman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo yang telah menghadirkan kegiatan edukasi anti-bullying di sekolah kami. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai bahaya perundungan, tetapi juga belajar untuk berani menyampaikan apa yang mereka rasakan. Semoga nilai-nilai saling menghormati dan peduli terhadap teman dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah,” kata Edy.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias.

Interaksi antara mahasiswa, guru, dan peserta didik menciptakan suasana yang hangat sehingga siswa merasa nyaman untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo berharap siswa semakin berani menolak segala bentuk perundungan.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, inklusif, ramah anak, dan bebas dari bullying.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara mahasiswa, guru, dan seluruh siswa untuk membangun budaya sekolah yang saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta menolak segala bentuk perundungan.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN