Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) UIN Walisongo Semarang Posko 111 berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Botorejo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim), Kamis- Rabu (23–29/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim sekaligus mendorong aksi adaptasi dan mitigasi lingkungan di tingkat desa.
Program Kampung Iklim merupakan program nasional yang mendorong masyarakat melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak, seperti desa, kelurahan, maupun lingkungan RT/RW.
Pelaksanaannya mencakup berbagai kegiatan, antara lain pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi sumber daya air, penghematan energi, serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam pelaksanaan ProKlim di Desa Botorejo, mahasiswa KKN MIT Posko 111 turut mendampingi kegiatan lingkungan sekaligus membantu proses administrasi dan dokumentasi program. Kolaborasi tersebut menjadi upaya bersama untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Sejumlah kegiatan lingkungan dilaksanakan selama program berlangsung. Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon di lingkungan sekolah, pemasangan biopori di sejumlah titik desa, sanitasi lingkungan, serta pengelolaan dan daur ulang sampah.
Kegiatan juga menyasar lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat yang terus diterapkan oleh anak-anak hingga dewasa.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Anas, menilai edukasi lingkungan kepada anak-anak perlu dilakukan sejak dini agar kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Pengenalan lingkungan hidup sehat perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak usia dini agar mereka terbiasa menjalankan kebiasaan hidup sehat sejak kecil dan dapat menerapkannya hingga dewasa,” ujar Anas.
Kepala Desa Botorejo, Masyrukin, menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dapat memberikan semangat baru sekaligus membantu masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan lingkungan.
Mahasiswa KKN MIT Posko 111 tidak hanya berperan dalam membantu administrasi dan dokumentasi ProKlim, tetapi juga terlibat sebagai pendamping dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan kelompok lingkungan di Desa Botorejo.
Kolaborasi antara UIN Walisongo, Pemerintah Desa Botorejo, dan DLH Kabupaten Demak tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan ProKlim secara berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk cuaca ekstrem, penurunan kualitas lingkungan, dan potensi bencana alam.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 111 turut mengimplementasikan ilmu sekaligus berkontribusi dalam aksi pelestarian lingkungan.
Program Kampung Iklim di Desa Botorejo diharapkan dapat mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih peduli lingkungan dan desa yang tangguh menghadapi perubahan iklim.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti





