Dari Lereng Lawu, Mahasiswa KKNT-87 Undip Perkuat Ekosistem Wisata Kalisoro Tawangmangu

Tim KKNT-87 menggandeng berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani dan pedagang stroberi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga komunitas wisata.

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pesona wisata di lereng Gunung Lawu terus dikembangkan melalui kolaborasi antara masyarakat dan generasi muda.

Di Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 87 Universitas Diponegoro (Undip) menjalankan rangkaian program revitalisasi ekosistem pariwisata berbasis masyarakat.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi warga sekaligus memperkuat promosi, branding, dan kolaborasi antarpelaku wisata lokal. Mahasiswa tidak hanya mengenalkan potensi wisata, tetapi juga membantu masyarakat mengemas potensi tersebut agar lebih mudah dikenal wisatawan.

Dalam pelaksanaannya, Tim KKNT-87 menggandeng berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani dan pedagang stroberi, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga komunitas wisata. Kolaborasi ini dilakukan karena Kalisoro memiliki beragam potensi wisata yang masih dapat dikembangkan, terutama dari sisi identitas produk, promosi digital, dan integrasi antardestinasi.

Langkah awal dilakukan melalui pemetaan potensi secara langsung di lapangan. Pada sektor agrowisata stroberi, mahasiswa menyusun modul pembelajaran terintegrasi yang memuat profil sembilan petani dan dua pedagang lokal.

Penguatan identitas usaha juga dilakukan melalui pembuatan desain logo, pendaftaran titik lokasi di Google Maps, pembuatan penanda toko, hingga pemasangan banner. Untuk memperluas jangkauan promosi, mahasiswa turut membuat video promosi dan flipbook company profile yang menampilkan potensi agrowisata stroberi Kalisoro.

Tak hanya fokus pada agrowisata, Tim KKNT-87 juga melakukan pemetaan potensi wisata Kalisoro bersama Pokdarwis. Hasil pemetaan kemudian dikemas dalam video company profile yang memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan di kawasan Tawangmangu.

Beberapa destinasi yang diangkat antara lain Air Terjun Centhung, Pringgondani, Bukit Sekipan, Grojogan Sewu, Buper Pleseran, serta sejumlah kawasan perkemahan.

Untuk memperkuat konektivitas antarobjek wisata, mahasiswa juga menggandeng komunitas Jeep Tour. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyusun paket wisata yang lebih terintegrasi sehingga wisatawan memiliki pilihan pengalaman perjalanan yang lebih beragam ketika berkunjung ke Kalisoro dan kawasan Tawangmangu.

Upaya digitalisasi dan kolaborasi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para pemangku kepentingan pariwisata setempat.

Ketua Perkumpulan Pemberdaya Wisata Sekipan (PPWS) Kalisoro, Bambang, menyampaikan bahwa inovasi yang dilakukan mahasiswa KKNT-87 Undip sejalan dengan kebutuhan pengembangan wisata di lapangan.

“Kepercayaan wisatawan terhadap agrowisata stroberi dan destinasi Kalisoro sebenarnya sangat tinggi. Namun, kita tetap menghadapi tantangan seperti keterbatasan lahan dan potensi produk olahan yang belum sepenuhnya tergarap,” ujar Bambang dalam wawancara pada 9 Juli 2026.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui inovasi branding dan media promosi menjadi dorongan positif bagi masyarakat untuk semakin memperkuat kolaborasi secara mandiri.

“Kehadiran mahasiswa KKNT-87 Undip dengan inovasi branding dan media promosinya menjadi dorongan positif bagi warga untuk terus memperkuat kolaborasi mandiri antarpelaku wisata,” lanjutnya.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, program yang sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tersebut juga mendapat apresiasi dari pihak kampus.

Dosen Pembimbing Lapangan Tim KKNT-87 Undip, Dhaifina Idznitia Apriyani Naimi, S.M., M.B.A., mengapresiasi capaian mahasiswa yang dinilai berhasil melampaui ekspektasi.

“Hasil capaian program ini benar-benar melebihi ekspektasi, dan dari sini kami para dosen juga mendapatkan insight baru untuk merancang inovasi di next step-nya nanti,” ungkap Dhaifina.

Ia juga menilai keberhasilan program KKN bukan hanya diukur dari lamanya mahasiswa berada di tengah masyarakat, tetapi dari manfaat yang dapat ditinggalkan setelah program berakhir.

“Kami sangat bangga kalian telah berhasil menyelesaikan seluruh program KKN dengan baik, karena pada akhirnya yang akan dikenang bukan seberapa lama kalian berada di sini, melainkan seberapa besar jejak kebaikan yang kalian tinggalkan,” tuturnya.

Seluruh karya dan luaran program Tim KKNT-87 Undip selanjutnya diserahterimakan kepada Pemerintah Kelurahan Kalisoro. Penyerahan tersebut diharapkan menjadi langkah awal agar berbagai inovasi yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Melalui sinergi mahasiswa, pemerintah kelurahan, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat, Kalisoro diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga.

Dari lereng Lawu, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan pariwisata tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Dengan langkah yang bersatu, potensi lokal dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi dan identitas wisata yang semakin berdaya saing.




Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN