Olah Pisang Jadi Cuan! Mahasiswa KKN-R Undip Dorong UMKM Desa Kemusu Naik Kelas dengan Produk Bernilai Jual dan Pemasaran Digital

Program tersebut merupakan hasil dari rangkaian riset, diskusi, serta uji coba yang dilakukan mahasiswa KKN untuk mengembangkan potensi pisang lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

BOYOLALI, Jatengnews.id — Potensi pisang yang melimpah di Desa Kemusu, Kabupaten Boyolali, mulai didorong menjadi peluang usaha bernilai ekonomi.

Tim II Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Diponegoro (Undip) Desa Kemusu menggelar Program Kerja Multidisiplin 1 bertajuk “Optimalisasi Potensi UMKM Berbasis Komoditas Lokal melalui Pengembangan Produk Bernilai Tambah dan Pemasaran Digital Berkelanjutan”, Sabtu (2/8/2026).

Program tersebut merupakan hasil dari rangkaian riset, diskusi, serta uji coba yang dilakukan mahasiswa KKN untuk mengembangkan potensi pisang lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Desa Kemusu selama ini dikenal memiliki hasil bumi berupa pisang yang cukup melimpah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan pengembangan produk olahan yang beragam maupun strategi pemasaran yang mampu menjangkau konsumen lebih luas.

Kondisi itu salah satunya terlihat pada UMKM milik Bu Tri yang telah memproduksi keripik pisang. Meski memiliki produk yang potensial, keterbatasan alat memasak dan sumber daya manusia (SDM) menjadi kendala dalam meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran.

“Sebenarnya alatnya masih terbatas, ibu mau memasarkan lebih luas, tapi kalau begitu ibu belum mampu tenaganya,” ungkap Bu Tri, 13 Agustus 2026.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN kemudian melakukan berbagai eksperimen pengolahan pisang. Dari proses tersebut, lahir dua produk unggulan yang diperkenalkan sebagai alternatif pengembangan UMKM masyarakat, yakni keripik pisang cokelat dan bolu pisang.

Kedua produk dipilih karena memiliki cita rasa yang familiar dan berpotensi menarik minat konsumen. Produk tersebut juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Ibu-Ibu PKK untuk mengembangkan komoditas pisang menjadi berbagai produk makanan yang lebih inovatif.

Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN tidak hanya memperkenalkan produk hasil eksperimen. Masyarakat juga dibekali konsep Isson Ippin Undou atau One Village One Product (OVOP) sebagai landasan dalam mengembangkan produk unggulan khas desa yang memiliki daya saing.

Materi desain produk turut diberikan, meliputi kemasan dan branding. Aspek tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik visual produk sekaligus membangun identitas usaha sehingga produk lokal lebih layak bersaing di pasar.

Tidak berhenti pada pengembangan produk, tim KKN juga memberikan pendampingan terkait legalitas dan pemasaran. Salah satunya melalui pengenalan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bagian dari upaya memberikan legalitas bagi pelaku UMKM.

Masyarakat juga diperkenalkan dengan strategi pemasaran melalui TikTok, Google Business Profile, dan Google Maps. Pemanfaatan teknologi digital tersebut diharapkan dapat membantu produk UMKM Desa Kemusu lebih mudah ditemukan calon konsumen sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Mahasiswa KKN turut mengenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu alat pendukung dalam pengembangan pemasaran digital. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku UMKM dalam menghasilkan ide promosi, menyusun materi pemasaran, hingga mengembangkan strategi komunikasi dengan konsumen.

Aspek pengelolaan keuangan juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai pencatatan keuangan sederhana serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Dengan pencatatan yang baik, pelaku usaha diharapkan dapat mengetahui biaya produksi secara lebih akurat dan menentukan harga jual yang sesuai.

Seluruh materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan oleh masyarakat.

Program kerja tersebut juga dirancang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan terkait Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Melalui pengolahan komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah, program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat. Di sisi lain, pemanfaatan bahan baku lokal secara optimal juga dapat mendorong pola produksi yang lebih efisien dan mengurangi potensi pemborosan sumber daya.

Tim II KKN-R Undip berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Kemusu untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Dengan bekal inovasi produk, legalitas usaha, desain kemasan, pencatatan keuangan, perhitungan HPP, serta strategi pemasaran digital, UMKM Desa Kemusu diharapkan mampu naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Pada akhirnya, potensi pisang yang selama ini hanya menjadi hasil bumi dapat berkembang menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekaligus menjadi salah satu penggerak perekonomian Desa Kemusu.

Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN