KENDAL, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2026 mendorong pemberdayaan perempuan melalui pengembangan usaha rumahan berbasis digital di Desa Pegandon, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.
Program bertajuk “Pemberdayaan Perempuan PKK Melalui Bisnis Rumah Tangga Digital” tersebut menyasar ibu-ibu PKK yang memiliki maupun berminat mengembangkan usaha rumahan. Kegiatan yang dimulai sejak Rabu (15/7/2026) itu ditutup dengan pendampingan kepada salah satu pelaku UMKM Desa Pegandon, Taeba atau yang akrab disapa Bu Tata, pemilik Rayya Asta Catering, pada Jumat (14/8/2026).
Program ini dirancang untuk menginspirasi perempuan agar tetap produktif di sela-sela aktivitas rumah tangga melalui bisnis sederhana yang dapat dikembangkan secara bertahap. Selain membuka peluang pendapatan, penguatan kapasitas UMKM diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan perempuan dan keluarga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi yang digelar bersamaan dengan pertemuan rutin PKK Desa Pegandon di Aula Balai Desa Pegandon pada Rabu (15/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan materi mengenai peluang bisnis rumah tangga sekaligus membangun motivasi peserta untuk berani berkarya dan mengembangkan usaha. Salah satu materi pengantar mengangkat kisah Ratu Jodha dari India yang dikenal memiliki kemampuan berdagang, sebagai inspirasi bagi peserta untuk melihat potensi ekonomi dari aktivitas yang dapat dilakukan dari rumah.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai strategi membuat kemasan produk yang menarik agar lebih mudah dipasarkan melalui media sosial. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemasaran digital sederhana, mulai dari membangun kehadiran usaha di media sosial hingga menyusun konten yang dapat menarik calon konsumen.
Tidak hanya media sosial, mahasiswa KKN juga mengenalkan pemanfaatan Google Maps untuk membantu pelanggan menemukan lokasi usaha. Untuk mendukung kemudahan transaksi, peserta diperkenalkan dengan metode pembayaran QRIS sekaligus diberikan edukasi mengenai keamanan dalam melakukan transaksi digital.
Seluruh materi tersebut turut dirangkum dalam modul yang dibagikan kepada peserta agar dapat dipelajari kembali secara mandiri.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah ibu-ibu PKK aktif menyampaikan pertanyaan mengenai pengelolaan usaha, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung bisnis rumahan.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa KKN menawarkan pendampingan secara langsung kepada pelaku usaha rumah tangga yang membutuhkan penguatan dalam pengembangan bisnis. Dari kegiatan tersebut, Bu Tata selaku pemilik Rayya Asta Catering menjadi pelaku usaha yang berkenan mengikuti pendampingan.
Pendampingan terhadap Rayya Asta Catering diawali dengan survei untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan usaha.
Dari hasil survei, mahasiswa KKN menemukan sejumlah aspek yang masih dapat dikembangkan, di antaranya belum tersedianya buku menu dan daftar harga, belum adanya pencatatan keuangan yang terstruktur, media sosial yang belum aktif, serta logo dan kemasan produk yang masih menggunakan konsep konvensional.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN kemudian melakukan sejumlah pendampingan untuk membantu Rayya Asta Catering memiliki fondasi bisnis yang lebih tertata.
Mahasiswa membantu menyusun buku menu yang dilengkapi foto produk, harga, deskripsi makanan, hingga informasi mengenai alergen. Keberadaan buku menu tersebut diharapkan dapat mempermudah pelanggan dalam mengetahui pilihan produk yang tersedia sekaligus meningkatkan profesionalitas usaha.
Selain itu, mahasiswa KKN membuatkan buku catatan keuangan dan memberikan pelatihan kepada Bu Tata mengenai cara melakukan pencatatan pemasukan serta pengeluaran usaha. Langkah ini dilakukan agar pemilik usaha dapat mengetahui kondisi keuangan bisnis secara lebih terukur.
Dari sisi branding, mahasiswa turut membantu membuat logo usaha serta akun Instagram Rayya Asta Catering beserta konten awalnya. Bu Tata juga diberikan pemahaman mengenai cara mengelola media sosial agar dapat digunakan secara konsisten sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan pelanggan.
Pendampingan turut mencakup edukasi mengenai pentingnya menjaga higienitas dalam proses produksi makanan. Aspek tersebut dinilai penting bagi usaha katering karena berkaitan langsung dengan kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi pelanggan.
“Melalui program ini kami ingin memberdayakan pelaku UMKM rumah tangga yang kebanyakan dimiliki oleh ibu rumah tangga. Dengan pendampingan ini, kami harap usaha Bu Tata dapat berkembang dan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu PKK lain untuk memulai bisnis rumah tangga,” ujar Koordinator KKN Desa Pegandon, Kamila Eka Noviandini.
Program “Pemberdayaan Perempuan PKK Melalui Bisnis Rumah Tangga Digital” menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-R Tim II Undip dalam mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 1 tentang pengentasan kemiskinan, tujuan 5 mengenai kesetaraan gender, serta tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Melalui penguatan kemampuan bisnis dan pemanfaatan teknologi digital, perempuan diharapkan memiliki ruang yang semakin luas untuk berkontribusi dalam perekonomian keluarga. Kemampuan mengelola usaha, melakukan pencatatan keuangan, membangun branding, serta memanfaatkan media digital menjadi bekal penting agar bisnis rumah tangga dapat berkembang secara berkelanjutan.
Kegiatan pendampingan tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada satu pelaku usaha saja. Pengalaman Rayya Asta Catering diharapkan dapat menjadi contoh bagi ibu-ibu PKK lainnya untuk mulai melihat peluang usaha di sekitar mereka dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan bisnis.
Momen penutupan pendampingan berlangsung penuh haru ketika mahasiswa KKN berpamitan kepada Bu Tata.
“Saya mengucapkan terima kasih atas pengalaman yang ibu dapat dari kalian. Ibu merasa terbantu dengan kehadiran kalian,” ujar Bu Tata, pemilik Rayya Asta Catering.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Undip 2026 berharap semakin banyak perempuan di Desa Pegandon yang berani memulai dan mengembangkan bisnis rumahan. Dengan keterampilan yang tepat dan pemanfaatan teknologi digital, usaha sederhana diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan sekaligus membuka jalan bagi perempuan dan keluarga untuk tumbuh, berdaya, dan sejahtera.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





