KARANGANYAR, Jatengnews.id – Pemulangan jenazah Heru Santoso (24), warga Gayamdompo, Kecamatan Karanganyar, yang meninggal dunia saat berada di Jepang, masih menunggu proses otopsi dan penyelesaian administrasi di negara tersebut.
Lurah Gayamdompo Yudhistira Ardi Nugroho mengatakan, jenazah Heru saat ini masih berada di salah satu rumah sakit di Jepang. Otopsi dijadwalkan berlangsung pada Rabu (19/8/2026).
“Otopsi baru dilakukan 19 Agustus 2026, baru besok untuk pelaksanaan otopsi. Hasil otopsi kalau tidak salah dua hari setelah itu,” ujar Yudhistira saat dihubungi, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, jenazah diperkirakan baru dapat dipulangkan setelah proses otopsi dan administrasi selesai. Jika seluruh proses berjalan lancar, jenazah diperkirakan tiba di Karanganyar pada 24 atau 25 Agustus 2026.
“Untuk pulang kira-kira setelah tanggal 21, mungkin sampai sini tanggal 24 atau 25,” katanya.
Yudhistira mengatakan, tidak ada keluarga yang berangkat langsung ke Jepang. Penanganan jenazah dan proses kepulangan dibantu perwakilan lembaga atau agen yang menangani program pemagangan Heru.
Sementara itu, keluarga di Gayamdompo masih menunggu kepastian jadwal kepulangan untuk mempersiapkan pemakaman. Lokasi pemakaman telah disiapkan tidak jauh dari rumah duka.
“Persiapan mungkin di rumah saja. Kami masih menunggu informasi dari pihak lembaga, nanti bagaimana perkembangannya, baru bisa menentukan kapan untuk pemakaman,” terangnya.
Ia menyebut keluarga Heru masih berduka, terutama sang ibu. Meski demikian, keluarga disebut telah menerima musibah tersebut.
“Kalau ibunya jelas sekali sedih, tapi sudah menerima,” ujarnya.
Heru merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ia berada di Jepang melalui program pemagangan selama sekitar tiga tahun dan telah mendekati masa kepulangan. Heru disebut tengah mempersiapkan perpanjangan masa kerja atau pemagangan.
Musibah terjadi ketika Heru memanfaatkan waktu libur untuk berekreasi bersama teman-temannya di sebuah sungai di wilayah Kanagawa, Jepang. Dalam kegiatan tersebut, Heru mengalami musibah hingga akhirnya meninggal dunia.
Terkait hak asuransi, Yudhistira mengatakan pengurusannya akan dilakukan oleh pihak lembaga yang menangani keberangkatan Heru. Namun, keluarga belum mengetahui besaran santunan yang akan diterima.
“Katanya nanti diurus dari pihak lembaga. Akan mendapatkan (asuransi), tapi berapanya belum tahu. Nanti diurus oleh pihak lembaga,” jelasnya.
Yudhistira menambahkan, musibah tersebut menjadi perhatian masyarakat Gayamdompo karena cukup banyak warga setempat yang mengikuti program pemagangan ke Jepang.
“Heru merupakan salah satu warga yang mengikuti program tersebut untuk bekerja sekaligus mendapatkan pengalaman melalui skema pemagangan di Jepang,” pungkasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N





