Hampir 100 Personel SAR Evakuasi Jenazah Pendaki yang Jatuh ke Kawah Gunung Slamet

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan proses evakuasi berlangsung lancar. Kondisi cuaca yang cerah turut membantu tim dalam membawa jenazah turun dari kawasan puncak.

TEGAL, Jatengnews.id – Setelah dievakuasi dari kawasan kawah Gunung Slamet, jenazah M. Fahri Maulana (16), pendaki asal Sirampog, Brebes, akhirnya tiba di Basecamp Permadi Guci, Kabupaten Tegal.

Jenazah Fahri tiba pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 02.15 WIB setelah tim SAR gabungan melakukan evakuasi dari kawasan puncak Gunung Slamet.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan proses evakuasi berlangsung lancar. Kondisi cuaca yang cerah turut membantu tim dalam membawa jenazah turun dari kawasan puncak.

“Alhamdulillah seluruh proses evakuasi berjalan lancar, jenazah korban sudah tiba tadi di Basecamp Permadi pukul 02.15 dini hari,” ujar Budiono.

Setelah tiba di basecamp, jenazah selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bumijawa, Kabupaten Tegal, untuk menjalani pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Budiono mengatakan tidak ada kendala berarti selama proses evakuasi dari kawasan puncak menuju basecamp.

“Tidak ada hambatan tadi di jalan selama proses evakuasi turun, cuaca cerah dan semua unsur tim SAR gabungan bersinergi dengan baik,” katanya.

Proses evakuasi melibatkan hampir 100 personel dari berbagai unsur. Di antaranya Basarnas, Koramil, Polsek, pengelola basecamp pendakian, potensi SAR dari Tegal, Pemalang dan Pekalongan, serta warga sekitar.

Banyaknya personel yang diterjunkan karena medan evakuasi cukup berat, terutama untuk membawa jenazah dari kawasan kawah Gunung Slamet menuju titik evakuasi.

Fahri sebelumnya mendaki Gunung Slamet bersama tiga rekannya melalui jalur Bosapala Sawangan, Pemalang, pada Senin (17/8/2026) malam.

Rombongan mencapai puncak pada Selasa (18/8/2026) pagi. Setelah selesai menikmati kawasan puncak, tiga rekannya turun lebih dahulu sekitar pukul 09.00 WIB.

Fahri memilih turun belakangan dan masih berada di sekitar bibir kawah. Saat berada di lokasi tersebut, tanah yang dipijaknya tiba-tiba rapuh dan ambrol hingga membuat korban terjatuh ke dalam kawah dengan kedalaman sekitar 20 meter.

Budiono mengapresiasi seluruh pihak yang membantu proses evakuasi Fahri.

“Kami ucapkan terima kasih banyak atas segala usaha dan kerja sama yang baik antarunsur dalam SAR gabungan dalam proses evakuasi ini, sehingga dalam waktu tak lama korban bisa dievakuasi dari kawah dan dibawa turun,” katanya.

Ia sekaligus mengingatkan pendaki agar tidak mengabaikan keselamatan ketika berada di kawasan puncak Gunung Slamet, khususnya di sekitar bibir kawah.

“Tetap waspada dan kami imbau kepada pendaki untuk dapat lebih berhati-hati lagi agar tidak terulang kejadian serupa,” pungkasnya.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN