BATANG, Jatengnews.id – Belajar matematika tidak harus selalu dilakukan melalui buku dan soal di dalam kelas.
Hal itu dibuktikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2025/2026 melalui kegiatan Mini Market Day di SDN 01 Tragung dan SDN 02 Tragung, Kabupaten Batang.
Program bertajuk “Edukasi Literasi Numerasi melalui Simulasi Jual Beli (Mini Market Day)” tersebut digagas oleh Revalina Daffa Utama, mahasiswa Program Studi Matematika Undip. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 di SDN 01 Tragung dan dilanjutkan pada 6 Agustus 2026 di SDN 02 Tragung dengan melibatkan siswa kelas V.
Melalui konsep belajar sambil bermain, siswa diajak memahami matematika dengan mempraktikkan secara langsung aktivitas jual beli yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka dibagi ke dalam sejumlah kelompok dan bergantian menjalankan peran sebagai pembeli maupun penjaga toko.
Dalam simulasi tersebut, setiap siswa yang berperan sebagai pembeli mendapatkan uang sebesar Rp50.000 serta sebuah kartu misi. Kartu tersebut berisi ketentuan barang yang harus dibeli dan target jumlah kembalian yang harus diperoleh.
Menariknya, jumlah barang yang perlu dibeli tidak ditentukan secara langsung. Siswa harus menggunakan kemampuan berhitung dan penalarannya sendiri untuk menentukan kombinasi barang yang tepat agar dapat memenuhi misi.
Setiap transaksi kemudian dicatat dalam lembar belanja. Siswa harus menghitung total harga barang sekaligus memastikan jumlah uang yang dibayarkan dan kembalian sudah sesuai.
Konsep tersebut membuat siswa tidak hanya belajar operasi hitung, tetapi juga berlatih mengambil keputusan, memecahkan masalah, serta menerapkan matematika dalam situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 01 Tragung, Bu Mila, menilai metode pembelajaran yang diterapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi siswa dalam mempelajari matematika.
“Pembelajaran Matematika yang diberikan oleh Kak Reva dapat mengubah pola pikir siswa. Matematika yang sebelumnya dianggap sulit ternyata dapat dipelajari dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan,” ujarnya.
Antusiasme serupa terlihat dari siswa SDN 02 Tragung. Naufal, salah seorang siswa kelas V, mengaku menikmati proses belajar melalui permainan jual beli tersebut.
“Permainannya sangat seru karena kami bisa belajar sambil bermain. Kegiatan ini juga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, misalnya agar kita dapat menghitung sendiri saat membeli barang dan tidak mudah tertipu,” katanya.
Kepala SDN 02 Tragung, Bu Nurfadila, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Mini Market Day. Menurutnya, konsep kegiatan yang dikemas secara menarik membuat siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran.
“Pelaksanaan Mini Market Day disajikan dengan sangat menarik sehingga anak-anak menjadi antusias dalam belajar. Kegiatan ini juga membantu siswa memahami penerapan Matematika dalam kehidupan sehari-hari karena mereka dapat mempraktikkan secara langsung konsep jual beli,” ungkapnya.
Ia berharap metode pembelajaran serupa dapat diadaptasi oleh sekolah sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan menyenangkan.
Melalui Mini Market Day, mahasiswa KKN-R Tim II Undip berupaya menunjukkan bahwa literasi numerasi dapat dikembangkan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian siswa. Konsep jual beli menjadi sarana bagi siswa untuk belajar menghitung sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman belajar yang membuat matematika terasa lebih nyata. Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, siswa diharapkan tidak lagi memandang matematika sebagai pelajaran yang sulit, melainkan sebagai keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





