BOYOLALI, Jatengnews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2026 mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kemusu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, untuk meningkatkan pengelolaan usaha melalui pencatatan stok dan perencanaan kebutuhan bahan baku.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program kerja Pendampingan Penyusunan Buku Log Produksi dan Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku yang digelar di Balai Desa Kemusu, Sabtu (2/8/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 27 pelaku UMKM.
Program tersebut dilaksanakan setelah mahasiswa melakukan sowan dan kunjungan langsung kepada sejumlah pelaku UMKM di Desa Kemusu. Dari hasil kunjungan, mahasiswa menemukan bahwa masih terdapat pelaku usaha yang belum melakukan pencatatan bahan baku secara rutin dan terstruktur.
Kondisi tersebut berpotensi membuat pelaku usaha kesulitan memantau keluar-masuk barang. Persediaan bahan baku pun dapat mengalami kelebihan atau kekurangan karena penggunaannya belum terdokumentasi dengan baik.
Selain itu, minimnya pencatatan juga membuat pelaku UMKM kesulitan mengetahui jumlah bahan baku yang telah digunakan. Hal ini pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap kemampuan pelaku usaha dalam menghitung biaya produksi serta keuntungan dan kerugian secara lebih akurat.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Undip memperkenalkan buku log produksi dan perencanaan kebutuhan bahan baku sebagai media sederhana yang dapat digunakan pelaku UMKM dalam mencatat persediaan.
Buku log tersebut dirancang untuk membantu mencatat barang yang masuk dan keluar sehingga penggunaan bahan baku dapat dipantau secara lebih teratur. Dengan pencatatan yang dilakukan secara konsisten, pelaku UMKM diharapkan memiliki data persediaan yang lebih jelas untuk mendukung pengambilan keputusan dalam menjalankan usaha.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pencatatan stok sekaligus menjelaskan cara penggunaan buku log kepada para peserta. Sebanyak 27 buku log kemudian dibagikan kepada peserta untuk dapat digunakan dalam kegiatan usaha masing-masing.
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa pencatatan stok tidak hanya berfungsi untuk mengetahui jumlah bahan baku yang tersedia, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam memperkirakan kebutuhan persediaan pada periode berikutnya.
Data yang tercatat secara rutin dapat membantu pelaku UMKM mengetahui pola penggunaan bahan baku. Dengan demikian, pembelian bahan baku dapat direncanakan dengan lebih baik dan risiko kekurangan maupun penumpukan persediaan dapat diminimalkan.
Program pendampingan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam mendorong pengelolaan UMKM Desa Kemusu agar lebih tertib secara administratif. Pencatatan sederhana diharapkan dapat membantu pelaku usaha memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai proses produksi dan kondisi usahanya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian buku log produksi dan perencanaan kebutuhan bahan baku kepada seluruh peserta. Meski belum dilanjutkan dengan praktik pengisian secara langsung saat kegiatan berlangsung, buku tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para pelaku UMKM.
Melalui penerapan pencatatan yang konsisten, mahasiswa KKN-R Tim II Undip berharap UMKM di Desa Kemusu dapat memiliki sistem pengelolaan stok dan produksi yang semakin tertata. Langkah sederhana tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan usaha serta mendukung perkembangan UMKM secara berkelanjutan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





