Permudah Pelaporan Kekerasan di Bulurejo Mahasiswa KKN Undip Hadirkan Website Desa

Program ini menyasar seluruh lapisan masyarakat Desa Bulurejo, khususnya warga yang telah memiliki akses internet dan perangkat digital.

WONOGIRI, Jatengnews.id — Upaya menciptakan lingkungan desa yang aman dan responsif terhadap kasus kekerasan terus dilakukan melalui berbagai inovasi.

Salah satunya diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, dengan menghadirkan layanan pengaduan kekerasan berbasis kode QR yang terintegrasi dengan website desa.

Program bertajuk Pelayanan Pengaduan Kekerasan Berbasis Kode QR tersebut diluncurkan pada 29 Juli 2026. Inovasi ini dirancang untuk memberikan akses pelaporan yang lebih mudah bagi masyarakat sekaligus membantu perangkat desa menerima dan menindaklanjuti laporan secara lebih cepat.

Melalui layanan tersebut, warga dapat menyampaikan laporan menggunakan smartphone dengan memindai kode QR yang telah disediakan. Setelah dipindai, kode QR akan mengarahkan warga menuju formulir pengaduan digital pada laman website Desa Bulurejo.

Laporan yang masuk selanjutnya dapat diterima oleh perangkat desa sehingga diharapkan mempermudah proses penanganan dan tindak lanjut terhadap kasus yang dilaporkan.

Program ini menyasar seluruh lapisan masyarakat Desa Bulurejo, khususnya warga yang telah memiliki akses internet dan perangkat digital.

Hadirkan Website Desa dengan Beragam Informasi

Layanan pengaduan tersebut dikembangkan bersamaan dengan program pembuatan website Desa Bulurejo. Website yang beralamat di desabulurejo.id ini dikembangkan oleh mahasiswa KKN Undip, Bagaskara, melalui kerja sama dengan perangkat desa yang berperan sebagai administrator utama.

Website baru tersebut dihadirkan sebagai upaya memperbarui layanan informasi digital Desa Bulurejo yang sebelumnya dinilai sudah jarang diperbarui sejak akhir 2025.

Tidak hanya menyediakan fitur pengaduan kekerasan, website tersebut juga memuat beragam informasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Di antaranya profil desa, struktur pemerintahan desa, informasi UMKM, lowongan kerja, beasiswa, hingga peta potensi desa.

Sejumlah luaran program KKN juga turut diintegrasikan ke dalam website, seperti modul stunting hasil program kerja multidisiplin pertama Tim KKN Bulurejo serta naskah cerita rakyat setempat yang merupakan luaran program kerja sosial kemasyarakatan Amsterdam Liem Danisworo.

Website tersebut dapat diakses melalui komputer maupun telepon seluler dengan memasukkan alamat desabulurejo.id pada mesin pencarian.

Sosialisasi Digelar di Balai Desa

Pengenalan layanan pengaduan kekerasan dan website Desa Bulurejo dilaksanakan melalui kegiatan pemaparan di Balai Desa Bulurejo pada 29 Juli 2026. Kegiatan berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Desa Bulurejo.

Pemaparan kegiatan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama berupa psikoedukasi mengenai kekerasan yang disampaikan oleh Gusti Agung Ayu Chayla Naomi Nugraha.

Sesi kedua diisi dengan pemaparan mengenai usulan penggunaan kode QR oleh Jacinda Kayla. Sementara sesi ketiga berisi pengenalan dan demonstrasi website Desa Bulurejo yang disampaikan oleh Bagaskara.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diperkenalkan dengan teknologi digital, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keberanian melaporkan tindakan kekerasan serta membangun kepedulian bersama di lingkungan desa.

Dorong Desa Lebih Aman dan Melek Digital

Kehadiran layanan pengaduan berbasis kode QR diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat akses masyarakat terhadap mekanisme pelaporan kekerasan. Sistem digital juga diharapkan membuat proses penyampaian informasi menjadi lebih praktis dan mudah dijangkau masyarakat.

Di sisi lain, website desa diharapkan dapat menjadi pusat informasi digital yang terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah desa.

Program multidisiplin mahasiswa KKN Undip ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur; SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh; serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Dengan menggabungkan inovasi digital, edukasi masyarakat, dan kolaborasi bersama perangkat desa, mahasiswa KKN Undip berharap Desa Bulurejo dapat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus membangun lingkungan yang aman, terbuka, dan responsif terhadap persoalan kekerasan di tengah masyarakat.


Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN