Mahasiswa KKN Undip Dampingi Sanggar Tari Among Rasa Atunggal Susun Rencana Anggaran Tiga Tahun

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-T Undip dalam mendorong pengelolaan keuangan sanggar yang lebih tertata.

SEMARANG, Jatengnews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) mendampingi Sanggar Tari Among Rasa Atunggal di Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dalam menyusun rencana anggaran operasional untuk tiga tahun ke depan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-T Undip dalam mendorong pengelolaan keuangan sanggar yang lebih tertata. Selama ini, pengelolaan kebutuhan operasional Sanggar Tari Among Rasa Atunggal masih dilakukan secara sederhana dan belum dituangkan dalam perencanaan anggaran yang terstruktur.

Sanggar Tari Among Rasa Atunggal dikelola oleh Robby Arsadani atau yang akrab disapa Mas Daniel. Sanggar ini menjadi ruang belajar seni tari bagi masyarakat Desa Gebugan, khususnya anak-anak hingga remaja.

Bagi Mas Daniel, keberadaan sanggar tidak hanya menjadi tempat untuk berlatih tari, tetapi juga menjadi salah satu wadah untuk menjaga kesenian tradisional agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Namun, di tengah berbagai aktivitas seni yang terus berjalan, aspek pengelolaan keuangan sanggar selama ini belum menjadi perhatian utama.

“Selama ini, kebutuhan sanggar, mulai dari operasional latihan sampai perawatan perlengkapan, belum pernah disusun anggarannya,” ujar Mas Daniel.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T Undip kemudian melakukan pendampingan dengan membantu pengelola sanggar mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam menunjang kegiatan.

Mahasiswa bersama pengelola kemudian mengelompokkan sejumlah pos pemasukan dan pengeluaran. Data tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk menyusun rencana anggaran operasional Sanggar Tari Among Rasa Atunggal selama tiga tahun mendatang.

Penyusunan anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan riil sanggar. Beberapa kebutuhan yang diperhitungkan antara lain biaya operasional latihan, pemeliharaan perlengkapan seni, serta perawatan kostum dan alat musik pengiring.

Dengan adanya perencanaan tersebut, pengelola sanggar diharapkan dapat memiliki gambaran kebutuhan keuangan dalam jangka menengah sekaligus lebih mudah menentukan prioritas penggunaan dana.

Hasil pendampingan mahasiswa KKN-T Undip kemudian dituangkan dalam dua bentuk, yakni dokumen cetak dan spreadsheet digital.

Dokumen cetak disiapkan sebagai arsip dan acuan bagi pengelola, sedangkan spreadsheet dirancang agar dapat diperbarui secara mandiri ketika terdapat perubahan kebutuhan maupun kondisi keuangan sanggar.

Penggunaan spreadsheet juga diharapkan membuat perencanaan anggaran menjadi lebih fleksibel. Pengelola dapat menyesuaikan nominal maupun pos anggaran tanpa harus menyusun ulang dokumen dari awal.

Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu Sanggar Tari Among Rasa Atunggal membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih terencana dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar persoalan administrasi, perencanaan anggaran menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas sanggar. Pengelolaan keuangan yang lebih terarah dapat membantu memastikan kebutuhan latihan dan kegiatan seni tetap terpenuhi.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN-T Undip berharap Sanggar Tari Among Rasa Atunggal dapat terus berkembang sebagai ruang belajar seni sekaligus menjadi wadah pelestarian kesenian lokal di Desa Gebugan.

Dengan dukungan pengelolaan yang lebih baik, semangat melestarikan seni tari di tingkat desa diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan diteruskan kepada generasi berikutnya.




Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN