SEMARANG, Jatengnews.id – MI Pagersari-Patean dan SDN Kembangarum 2 Semarang keluar sebagai juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 1 2026–2027 yang berlangsung di Stadion Universitas Diponegoro, Minggu (6/9/2026).
MI Pagersari-Patean meraih gelar juara KU 12 setelah menundukkan SDN Karangsono 2 Mranggen dengan skor 3-2. Sementara di KU 10, SDN Kembangarum 2 Semarang mengalahkan SDN Brumbungan 2-1.
Laga final KU 12 berlangsung sengit. MI Pagersari-Patean sempat unggul 3-0 melalui torehan Ammaora Kalani Putri alias Maora. Namun, SDN Karangsono 2 Mranggen mampu memberikan perlawanan dan memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan ini menjadi sejarah bagi MI Pagersari-Patean yang berstatus peserta baru. Mereka bahkan sebelumnya menyingkirkan tim unggulan SDN Klepu 03 di semifinal.
Pelatih MI Pagersari-Patean, Pranoto, menyebut keberhasilan tersebut menjadi buah semangat tim meski datang dari daerah perbatasan Kendal dan Temanggung.
“Di sini kami peserta baru. Kami berasal dari Kendal, perbatasan Temanggung, di bawah Gunung Sindoro dan Sumbing. Kami orang gunung. Namun, ini menjadi semangat kami dan Alhamdulillah mencapai gelar juara seri ini.”
Di KU 10, SDN Kembangarum 2 harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan 2-1 atas SDN Brumbungan. Ayra Kirana Mahestri menjadi salah satu pemain kunci sekaligus meraih gelar Top Skor dengan torehan 39 gol.
“Senang dan bangga menjadi Top Skor. Ini sesuai target saya. Seminggu saya berlatih 6 kali. Capek tapi senang,” ujar Ayra.
Sementara itu, striker MI Pagersari-Patean, Maora, tampil luar biasa dengan mencetak 61 gol sekaligus menyabet gelar Top Skor KU 12. Ia juga pernah dua kali terpilih sebagai bagian dari MLSC All Stars pada 2025 dan 2026.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, menilai persaingan pada seri Semarang semakin terbuka. Menurutnya, munculnya juara dan pencetak gol dari sekolah baru menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri.
“Saya rasa gelaran di kota pembuka ini sudah sesuai dengan slogan kami, #BeraniCetakGol. Itu tujuan kami, ada dalam hashtag,” kata Jacksen.
“Rangkaian turnamen ini menjadi bukti komitmen kami bagi perkembangan sepakbola putri Indonesia, yaitu melalui pencarian bibit-bibit baru sejak usia dini. Kami ingin menjangkau lebih banyak lagi putri-putri (daerah),” imbuhnya.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, juga melihat semakin meratanya kekuatan tim peserta. Tidak hanya sekolah dari Semarang, gelar juara kali ini juga dibawa pulang tim dari Kendal.
“Tidak hanya di lokal Semarang, tapi pemenang juga datang dari Kendal dan Demak sehingga ekosistemnya membaik lalu memunculkan talenta-talenta baru,” ujar Welly.
Sedangkan Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Semarang, Yudha Wijiyanto mengapresiasi semangat MilkLife Soccer Challenge dalam mencari bakat-bakat baru di dunia sepak bola putri.
MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 1 2026–2027 diikuti 1.091 atlet dari 63 SD dan MI, dengan 35 tim KU 10 dan 67 tim KU 12. Turnamen juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8.
Rangkaian MLSC Seri 1 2026–2027 selanjutnya akan berlangsung di Jakarta Raya/Jakarta Timur dan Yogyakarta pada 15–20 September 2026, sebelum berlanjut ke sejumlah kota hingga Jayapura pada 1–6 Desember 2026.
Penulis : Jaka N
Editor : Alif Nazzala Rizqi


