33 C
Semarang
, 18 April 2024
spot_img

PSMTI Sebut Pentingnya Edukasi Bongpay Sebagai Warisan Leluhur Tionghoa di Semarang

Semarang, Jatengnews.id – Dewan Pakar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Dewi Susilo Budiharjo menyebut kurangnya edukasi ke masyarakat mengenai Bongpay.

Menurutnya Bongpay merupakan sebuah sejarah masuknya orang Tionghoa ke Kota Semarang pada abad ke 16 – 17 Masehi.

Baca juga : Pemkot Semarang Lakukan Percepatan Penanganan Pasca-Bencana

“Bongpay bisa jadi acuan kapan orang Tionghoa masuk ke Semarang jejak peninggalan masa lalu,” katanya, Sabtu (16/03/2024).

Adapun sebelumnya viral di media sosial Bongpay dijadikan tutup selokan oleh warga di Kelurahan Jomblang Kota Semarang.

Menurutnya warga tidak salah. Pasalnya mereka tidak tahu benda apa yang mereka pakai untuk penutup selokan.

Ia menjelaskan video yang beredar di kanal media sosial sebenarnya video dua tahun lalu ketika ada peneliti yang membahas soal peranakan Tionghoa di Semarang. Maka Dewi heran kenapa viral sekarang.

“Ada orang yang meneliti peninggalan peranakan Tionghoa. Dia temukan Bongpay. Sudah di-share di YouTube dua tahun lalu,” ujarnya.

Sementara itu, PSMTI mengapresiasi langkah cepat Pemkot Semarang yang langsung melakukan penggantian tutup selokan.

Baca juga : Banjir Kota Semarang Mulai Surut Fungsi  Pompa Portable Dioptimalkan

“Bongpay yang telah dikumpulkan nantinya akan dijadikan prasasti karena jejak keluarga sampai saat ini belum ditemukan,” katanya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN