28 C
Semarang
, 29 May 2024
spot_img

Mengenal Dirut PDAM Karanganyar Prihanto, Putera Asli Desa Suruh Kalang Jaten

Karanganyar, Jatengnews.id – Prihanto, Direktur Utama PDAM merupakan salah satu putera asli yang memimpin salah satu perusahaan milik Pemkab Karanganyar.

Prihanto lahir di Dusun Ngetal, Desa Suruh Kalang Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar pada tanggal 5 April 1973. Ayahnya almarhum Sutrisno, merupakan Sekdes Kayuapak Kecamatan Polokarto, sedangkan sang ibu,Tri Suwarni , merupakan salah satu PNS di Kabupaten Sukoharjo.

Baca juga: PDAM Karanganyar Siap Hadapi Lonjakan Penggunaan Air di Lebaran

Anak kedua dari tiga bersaudara ini menghabiskan masa kecilnya di Desa Suruh Kalang Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar. Dia bersama kedua saudaranya dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sederhana.

“Saya lahir dan dibesarkan di Desa Suruh Kalang Kecamatan Jaten. Ayah saya sebagai seorang Sekdes dan ibu saya PNS di Sukoharjo. Kehidupan kami cukup sederhana. Kami selalu dididik orang tua agar selalu hidup sederhana,”ujar Prihanto Sabtu (13/4/2024).

Prihanto mengawali pendidikannya di SD Suruh Kalang I Kecamatan Jaten dan lulus tahun 1985. Selanjutnya, Prihanto melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Bekonang. Selepas menempuh pendidikan di SMP, Prihanto meneruskan pendidikan ke SMA Negeri Jumapolo.

Selama menempuh pendidikan tingkat SD hingga SMA, salah satu olah raga yang paling digemari adalah sepak bola.

“Hampir setiap hari main bola. Sampai lupa belajar. Saya sering menjadi sasaran kemarahan orang tua karena jarang belajar. Saya bahkan meraih rangking kelas lima besar dari bawah,”terangnya.
Meski sering jadi sasaran kemarahan, Prihanto tetap menghormati kedua orang tuanya. Bahkan pesan kedua orang tua yang masih diingat sampai saat ini adalah, selalu berbagi dan selalu menghargai dan menghormati orang lain.

“Saya memang bandel sejak kecil. Tapi saya tetap hormat sama kedua orang tua. Sampai saat ini, saya masih terus mengingat pesan orang tua. Dan pesan untuk saling berbagi dan saling menghormati, masih saya laksanakan sampai saat ini,”ujarnya.

Sementara itu, menurut Setyo Nugroho, teman satu kelas masa SMA, Prihanto, tidak memiliki prestasi yang menonjol. Menurut Setyo, Prihanto sering mendapatkan hukuman dari guru karena tidak dapat mengerjakan tugas sekolah.

“Prestasinya biasa saja. Tidak ada yang menonjol. Bahkan Prihanto sering dihukum ibu guru. Meski bandel dan sering dihukum, disisi lain, Prihanto memilki jiwa kepemimpinan ,”ungkapnya.

Baca juga: PDAM Karanganyar Salurkan 1000 Paket Sembako

Dikatakannya, meski bandel dan tidak memiliki prestasi akademik yang menonjol, Prihanto merupakan orang yang percaya diri, dan memiliki kemampuan berbicara yang mengesankan.Sejak kecil, menurut pengakuan rekannya, Prihanto telah memiliki jiwa kepemimpinan.

“Saya mengenal Prihanto dari SMA. Dia itu orang yang percaya diri. Setelah menjalani proses kehidupan, Prihanto mulai banyak mengalami perubahan. Dia berkembang menjadi seperti sekarang ini,”pungkasnya. (ADV/Iwan/02/bersambung).

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN