33 C
Semarang
, 26 May 2024
spot_img

Kapolres Semarang Akui 1 Polisi Terlibat Pemukulan di Demo May Day

Semarang, JatengNews.id – Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar klaim hanya 1 anggotanya yang terlibat pemukulan demo May Day di Semarang.

Kapolres akui hanya ada 1 anggotanya yang terlibat pemukulan terhadap 1 mahasiwa saat demo May Day di depan Kantor DPRD Jateng, Kamis (2/5/2024).

Menurut Irwan, demo May Day yang dilakukan oleh kelompok buruh kemarin Rabu (1/5/2024), ia anggap tidak ada masalah.

Namun yang bermasalah dan menimbulkan kericuhan itu dari kelompok mahasiswa yang berada di depan gerbang Kantor DPRD Jateng.

Baca juga: VIDEO Massa Ricuh Saat Demo Hari Buruh di Semarang

“Anggota yang melaksanakan pengamanan, sudah malakukan himbauan,  tahapan pengaman unjuk rasa sudah dilakukan. Diakhir ketika dilakukan tindakan penyemprotam air, ada satu personil dari Satsamapta Polrestabes Semarang keluar dari formasi, sehingga melakukan kekerasan fisik kepada salah satu pendemo,” paparnya kepada Jatengnews.id Kamis (2/5/2024).

Anggota yang dimaksutkan tersebut bernama Aiptu Rudy, dan kabarnya telah mendapatkan pemanggilan dari Propam Polda Jateng.

Jika melihat videonya, memang terlihat ada beberapa anggota yang keluar dari barisan dan berusaha mengejar masa pendemo lalu dihalau oleh beberapa polisi lainnya.

Sehingga kondisi menjadi semakin ricuh, karena ada pihak anggota yang terpancing sehingga menunjukan amarahnya. Namum perihal pemukalan, dalam video lain terlihat ada satu mahasiswa yang dipukul oleh lebih dari satu anggota polisi.

Sementara Irwan tetap menuding, kelompok demo May Day Mahasiswa Semarang ini bakal memicu kericuhan di beberapa tempat. Seperti menutup pintu tol, jalur pantura dan merobohkan gerbang kantor DPRD untuk masuk ke area gubernuran.

Sehingga dirinya menghimbau, kepada mahasiswa yang ingin berdemo untuk tidak merugikan masyarakat. “Untuk laporan sejauh ini tidak ada laporan yang masuk. Hanya ada komplain dari Pemerintah Kota terkait kerusakan fasilitas taman,” ujarnya saat ditanya korban dalam kericuhan demo May Day di Semarang.

Pasalnya, tindakan yang dilakukan anggotanya itu hanya pukulan biasa atau tidak berakibat fatal.

“Seperti yang teman-teman ketahui, memang ada ekses (kekerasan) tapi ya eksesnya ringan lah tidak begitu (berbahaya). Memang dia melakukan pemukulan tapi tidak mematikan,” katanya saat di temui di Pospam Simpanglima Semarang.

Baca juga: May Day 2024, Bupati Demak: Ciptakan Hubungan Industrial yang Harmonis

Dalihnya, anggota tersebut baru saja mengalami kondisi  duka karena anaknya meninggal beberapa bulan yang lalu.

Sementara itu, usai kejadian tersebut pihak mahasiswa yang melakukan demo mengeluarkan rilis bahwa ada 3 massa aksi yang terluka akibat pukulan tonfa (pentungan polisi).

Bagian yang terkena pukulan tersebut yaitu, tangan, leher dan dada. Bahkan dalam rilisnya juga disebutkan ada pihak kepolisian yang melakukan selebrasi usai melakukan pemukulan terhadap masa aksi. (Kamal-01)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN