28 C
Semarang
, 31 May 2024
spot_img

Oprit Jembatan Babon Kaligawe Diperbaiki

Semarang, Jatengnews.id – Jalan Kaligawe atau Jalur Pantai Utara (Pantura) Genuk Kota Semarang, bakal kembali terjadi kepadatan (Kemacetan) karena ada pembangunan atau pemeliharaan oprit (sambungan bawah) jembatan Babon.

PPK 3.1 Jateng BPPJN Jateng DIY, Wisnhu Herlambang mengatakan, proses pembangunan tersebut bakal dimulai pada Selasa (7/5/2024)

“Per hari ini akan dilakukan rekayasa lalu lintas dan lanjutkan pelaksanaan perbaikan jembatan babon,” ucapnya Senin (6/5/2024)

Baca juga: Jelang Playoff Lawan Guinea, Bek PSIS Semarang Dewangga Dipanggil Timnas U23

Pasalnya, pembangunan ini tidak secara utuh dilakukan perbaikan karena kondisi jembatan dirasa masih bagus hanya saja ada beberapa kerusakan di bagian oprit jembatan.

“Perbaikan terhadap oprit jembatan, dinding jebol jembatan deket sambungan jembatan. Ini dalam bentuk pemeliharaan saja (bukan pembangunan baru), lantai jembatan juga kami perbaiki (dari aspal diganti benton) inu permukaannya saja, jembatan tetap digunakan tak dilakukan pembongkaran,” jelasnya.

Dalam prosesnya, nanti bakal di mulai dari lajur kiri jembatan Babon A atau jalur Semarang menuju ke Demak. “Sesuai arahan Satlantas Polrestabes Semarang, sistemnya tiga lajur on (untuk lalu lintas) dan satu lajur off (untuk pembangunan), bergantian setiap lajur perbaikanya,” terangnya proses pembangunannya.

Targetnya, pembangunan jembatan babon A dan B dengan empat lajur ini bakal selesai selama dua bulan. “Awal Juli 2024 atau pertengahan Juli 2024 kita tagetkan selesai,” katanya.

Kanit Lantas Polsek Genuk, AKP Bambang Triyono membenarkan, bahwa bakal ada pembangunan tersebut dan bakal dilakukan rekayasa lalu lintas untuk sementara.

Kiranya, rekayasa lalu lintas ini pastinya bakal berpotensi kepadatan hingga penumpukan kendaraan yang mengekor atau terjadi kemacetan.

Untuk mengatasi hal tersebut, dirinya mengaku telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan yuten di jam-jam tertentu atau waktu dimana terjadi kepadatan.

Rekayasa yang dimaksudkan yaitu, pemasangan yuten atau pembatas jalan dari simpang Genuksari sampai dengan gapuro batas Demak.

Sehingga dengan adanya rekayasa tersebut, penumpukan di jalur Semarang-Demak bisa terurai karena berjalan di dua lajur yakni satu lajur kanan jembatan Babon A dan lajur kanan jembatan Babon B.

Baca juga; Pembangunan 3 Jembatan Masuk Dalam RPJPD Purbalingga 2025-2045

Selain itu, dirinya juga telah menyiapkan delapan personil pengurai lalu lintas dan memasang himbauan kepada masyarakat untuk mengambil jalur lain jika ingin menuju ke Demak.

“MMT himbauan kita pasang mulai dari pintu tol Kaligawe, traffic light Unnisula, Terboyo dan dari Pedurungan. Untuk masyarakat yang mau kearah Demak bisa mencari jalan alternatif (lewat Mranggen Demak). Kalau terpaksa sudah sampai Kaligawe bisa nanti lewat Jalan Ratan Cilik tembusannya Onggorawe Demak,” tandasnya. (Kamal-02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN