26 C
Semarang
, 23 June 2024
spot_img

Mengenal Sejarah Gereja Tertua di Kota Solo

Solo, Jatengnews.id – Gereja St. Antonius Purbayan adalah salah satu gereja Katolik yang terletak di Kota Solo, Jawa Tengah.

Gereja ini menjadi pusat banyak kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial. Gereja St. Antonius Purbayan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekitar dan mengembangkan toleransi serta kerukunan antar umat beragama.

Baca juga : Gunakan Metal Detektor, Polres Karanganyar Sterilisasi Gereja

Dikutip dari laman resmi Pemkot Surakarta Gereja St. Antonius Purbayan merupakan gereja tertua di kota Solo. Meskipun telah berusia ratusan tahun, bangunan gereja ini masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Gereja yang berlokasi di Jalan Arifin, Kepatihan Wetan, Jebres ini didirikan pada tahun 1905 dengan gaya arsitektur barat.

Tak hanya menjadi gereja tertua, Gereja St. Antonius Purbayan merupakan gereja Katolik pertama di Solo. Keberadaan gereja ini menjadi saksi sejarah hadirnya agama Katolik di Solo dan beberapa daerah lainnya di Pulau Jawa.

Sebelum didirikan pada tahun 1905, sudah ada aktivitas gereja yang dilayani langsung dari Semarang. Orang Surakarta pertama yang dibaptis adalah Anna Catharina Weynschenk pada 14 November 1812 dan Georgius Weynschenk pada 24 November 1813.

Pada tahun 1859, stasi atau wilayah keuskupan Ambarawa didirikan, yang meliputi Ambarawa, Solo, dan Madiun. Pada tahun 1986-1988, Gereja Antonius Purbayan ini pernah mengalami pemugaran dan pelebaran pada sisi dalam. Namun, tetap mengedepankan nilai sejarah dan fungsi bangunannya.

Baca juga : Polres Karanganyar Pastikan Keamanan Karanganyar Kondusif Jelang Pilkada

Gereja ini memiliki arsitektur unik yang menggabungkan elemen tradisional Jawa dengan arsitektur kolonial Belanda. Ciri khas bangunan gereja ini adalah adanya perpaduan antara atap joglo, yang merupakan karakteristik arsitektur Jawa, dengan elemen arsitektur gothic yang terlihat pada bentuk jendela dan pintunya. Hal ini mencerminkan integrasi antara budaya lokal dengan pengaruh Eropa. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN