SEMARANG, Jatengnews.id – Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang melalui Fakultas Bahasa dan Seni (FLA) resmi merilis film berjudul Uttarani, Sang Ratu dari Utara. Film ini mengangkat kisah tokoh perempuan bersejarah asal Jepara, Ratu Kalinyamat, yang dikenal sebagai pahlawan nasional abad ke-16.
Peluncuran film ditandai dengan acara nonton bareng dan bedah karya di Ruang Theater Fransiskus Asisi, Kampus SCU BSB Semarang, Jumat (29/8/2025). Acara tersebut dihadiri pimpinan universitas, mahasiswa, serta para pelajar tamu undangan.
Film berdurasi 35 menit ini lahir dari kolaborasi Program Konsentrasi S1 Digital Performing Arts FLA SCU dengan Rumah Khalwat dan Balai Budaya Rejosari (RKBBR) Kudus. Tidak hanya menjadi tontonan, Uttarani hadir sebagai media refleksi dan dialog nilai sejarah yang relevan bagi generasi muda.
Baca juga: SCU Semarang Gaungkan Semangat Peduli Lingkungan
Berbeda dari film sejarah pada umumnya, Uttarani menonjolkan empat nilai utama Ratu Kalinyamat: kesetiaan, keadilan, keberanian mengambil keputusan, serta pengendalian diri.
“Keprihatinan terhadap generasi muda yang kurang peduli sejarah mendorong kami menghadirkan Ratu Kalinyamat kembali dalam bahasa yang bisa dimengerti Gen Z,” ungkap Gerardus Majella Adhyanggono, Dekan FLA SCU sekaligus sutradara dan penulis naskah.
Mahasiswa Turut Terlibat dalam Produksi
Proses produksi film ini memakan waktu hingga tiga tahun dengan biaya sekitar Rp28 juta. Menariknya, mahasiswa FLA SCU tidak hanya tampil sebagai aktor, tetapi juga ikut terlibat dalam proses produksi di balik layar.

Salah satunya adalah Archangela Averina Zora, mahasiswa Program Sastra Inggris, yang berperan sebagai Ratu Kalinyamat.
“Sejarah sering dianggap jauh dari kehidupan sehari-hari. Tapi lewat film ini, saya belajar bahwa nilai-nilai pahlawan bisa diterapkan dalam kehidupan nyata,” ujar Ave, sapaan akrabnya.
Gerardus menegaskan bahwa film ini diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan juga pemantik diskusi.
Baca juga: SCU Semarang Lepas 515 Wisudawan Periode Pertama 2025
“Keagungan tokoh sejarah lahir dari sikap dan keputusan pribadinya. Generasi muda bisa mengambil pelajaran dari sana,” tambahnya.
Ke depan, film Uttarani akan ditawarkan kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan Jawa Tengah, agar dapat ditayangkan lebih luas.
Dengan karya ini, SCU Semarang membuktikan bahwa sejarah tidak hanya hidup di buku atau museum, tetapi juga bisa dihidupkan kembali lewat seni dan layar lebar. (01).