SEMARANG, Jatengnews.id — Asuransi Jasindo kembali turun ke kampus untuk memperkuat literasi keuangan di kalangan mahasiswa melalui program Jasindo Goes to Campus: Insurance for Smarter Risk Management yang digelar di Universitas Negeri Semarang (Unnes), 12 Desember 2025.
Program ini menjadi strategi berkelanjutan Jasindo dalam menanamkan pentingnya manajemen risiko dan peran asuransi sebagai benteng finansial sejak usia muda.
Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana, menegaskan bahwa momen akhir tahun adalah waktu tepat bagi mahasiswa menyusun resolusi finansial yang lebih matang.
Baca juga : Dukung BIK 2025, Jasindo Rangkul Petani hingga Key Customer di Jateng
“Kesadaran akan perlindungan finansial harus mulai dimasukkan dalam rencana hidup generasi muda untuk menghadapi tahun mendatang,” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (12/12/2025).
Melalui sesi edukatif yang dikemas ringan dan relevan, peserta diajak memahami bahwa asuransi bukan sekadar penolong saat kondisi darurat, tetapi instrumen strategis untuk mengamankan rencana jangka panjang—mulai dari karier, pendidikan, hingga stabilitas keuangan.
Brellian menambahkan, sejak awal program ini dirancang untuk membuka wawasan mahasiswa bahwa memahami asuransi sejak dini dapat memberikan keuntungan besar.
“Kami tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan, tetapi juga mitra pengetahuan. Literasi keuangan adalah bagian dari komitmen Jasindo untuk memastikan generasi muda siap menata masa depan dengan percaya diri,” katanya.
Ke depan, Jasindo akan memperluas kolaborasi dengan berbagai kampus untuk memperkuat edukasi keuangan yang bersifat inklusif, berkelanjutan, dan relevan dengan dinamika generasi muda.
Dari sisi akademisi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unnes, Endang Sutrasmawati, menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyebar informasi ke masyarakat.
“Asuransi dapat mengurangi risiko kerugian dari berbagai peristiwa tak terduga. Mahasiswa harus menjadi agen edukasi, bukan hanya pengguna,” tegasnya.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa tantangan terbesar bukan pada jumlah produk asuransi yang tersedia, melainkan rendahnya literasi dan pemahaman publik. Karena itu, strategi komunikasi yang tepat menjadi kunci agar pesan tentang perlindungan finansial menjangkau generasi muda secara lebih efektif.
Kepala Biro Antara Jawa Tengah, Teguh Imam, yang hadir sebagai panelis, menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi yang sesuai karakter Generasi Z.
“Gen Z akan menjadi pengguna utama produk asuransi ke depan. Karena itu, pemahaman sejak dini sangat penting, termasuk mengenai beragam produk selain kesehatan, jiwa, pendidikan, atau ketenagakerjaan. Banyak instrumen asuransi yang bisa menjadi fondasi finansial sejak muda,” ujarnya.
Baca juga : Penguatan Ekonomi Jateng Melalui Pusat Informasi Keuangan Terpadu Desa
Melalui kegiatan ini, Jasindo menegaskan kembali komitmennya: membangun generasi yang melek risiko, siap finansial, dan mampu menyusun masa depan dengan lebih terarah. (03)






