KKN UIN Walisongo Gelar Seminar Inovasi Pertanian dan Digitalisasi UMKM di Desa Tanggul

Kolaborasi KKN UIN Walisongo, Pemerintah Desa, dan Petani Perkuat Pemanfaatan Teknologi untuk Kemajuan Pertanian dan UMKM Desa Tanggul

Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 Posko 08 UIN Walisongo Semarang menggelar Seminar Inovasi Pertanian dan UMKM di Era Digital di Balai Desa Tanggul, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Hilirisasi Pertanian dan Digitalisasi UMKM” sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi perkembangan teknologi dan memperluas peluang ekonomi desa.

Seminar yang diikuti sekitar 25 petani Desa Tanggul tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Koordinator Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mijen, Sugondo, S.P., dan pemateri digitalisasi UMKM, Tazkia Maulida Zahra.

Kegiatan dipandu oleh Muhammad Fakhrudin Shofil Mubarok selaku moderator.

Pemerintah Desa Tanggul memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan seminar. Kehadiran pemerintah desa diwakili oleh Sekretaris Desa (Carik) Muftil Humam, S.H., karena Kepala Desa Tanggul, Haji Mastiyono, berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Muftil Humam menyampaikan bahwa seminar ini menjadi sarana penting untuk membuka wawasan masyarakat, khususnya petani, mengenai strategi pemasaran hasil pertanian dan pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mendukung seminar ini dengan harapan masyarakat dapat memahami strategi pemasaran hasil pertanian. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para petani di desa ini,” ujarnya.

Menurutnya, Desa Tanggul memiliki potensi pertanian yang besar dengan berbagai komoditas unggulan yang dihasilkan melalui pola tanam terpadu.

Keberadaan sejumlah pengepul hasil pertanian juga menjadi modal yang baik untuk pengembangan pemasaran yang lebih luas.

“Potensi pertanian di Desa Tanggul sangat bagus. Masyarakat sudah mulai menerapkan pola tanam terpadu dan menghasilkan komoditas yang beragam. Saat ini juga sudah ada beberapa pengepul hasil pertanian yang dapat menjadi modal untuk pengembangan pemasaran ke depan,” jelasnya.

Muftil Humam juga mengajak masyarakat untuk terus belajar dan memanfaatkan teknologi agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

Pada sesi pertama, Sugondo, S.P. memaparkan materi mengenai inovasi pertanian dan hilirisasi hasil pertanian. Ia menjelaskan bahwa kondisi pertanian di Desa Tanggul saat ini tergolong baik karena para petani telah memahami teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga penanganan pascapanen.

“Kondisi pertanian di Desa Tanggul cukup baik. Petani sudah memahami teknik budidaya, pengendalian hama hingga pascapanen sehingga hasil pertanian memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ungkap Sugondo.

Ia menyebutkan bahwa komoditas unggulan Desa Tanggul antara lain padi dan bawang merah yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama masyarakat. Meski demikian, kebutuhan pupuk masih menjadi tantangan yang dihadapi petani. Namun, kondisi tersebut mulai terbantu dengan adanya penyesuaian harga pupuk yang lebih terjangkau.

Sugondo menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing hasil panen di pasar.

“Saya berharap para petani tetap menjaga kekompakan dan semakin melek teknologi demi kemajuan pertanian di Desa Tanggul,” pesannya.

Di sela pergantian materi, kegiatan juga diisi dengan pengenalan produk pertanian dari Samprotan Utama sebagai sponsor kegiatan. Perwakilan sponsor memperkenalkan berbagai produk pertanian yang dapat membantu meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Sebagai bentuk dukungan, Samprotan Utama turut memberikan bantuan berupa baju petani kepada seluruh peserta seminar.

Pada sesi kedua, Tazkia Maulida Zahra menyampaikan materi mengenai digitalisasi UMKM dan pemasaran digital.

Ia menjelaskan bahwa petani maupun pelaku usaha desa dapat memanfaatkan berbagai platform digital seperti WhatsApp Business, media sosial, marketplace, dan sistem pembayaran digital untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan pendapatan.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu peserta, Nur Khalimi, mengaku tertarik dengan materi digitalisasi pemasaran karena memberikan perspektif baru dalam menjual hasil pertanian.

“Menurut saya materi yang paling menarik adalah digitalisasi pemasaran. Selama ini petani hanya fokus memproduksi hasil pertanian, sedangkan pemasarannya masih terbatas. Dengan digitalisasi, petani bisa memasarkan hasil pertanian secara langsung dari hulu ke hilir,” tuturnya.

Peserta lainnya, Muhammad Fatkhurrahman Al Anas, juga menilai seminar tersebut memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan pertanian modern dan pemasaran hasil panen.

“Ternyata petani zaman sekarang harus bisa mengolah hasil panen dan memasarkan sendiri agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Kita juga harus mampu memanfaatkan teknologi dan e-commerce agar bisa bersaing di era digital,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Reguler 86 Posko 08 UIN Walisongo Semarang berharap para petani dan pelaku UMKM Desa Tanggul semakin memahami pentingnya hilirisasi pertanian.

Kemudian digitalisasi usaha sebagai langkah meningkatkan nilai tambah produk lokal, memperluas akses pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Seminar ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk mulai menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam pengelolaan pertanian maupun pemasaran digital agar Desa Tanggul semakin maju dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era modern.P

Penulis: Tim mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN