25 C
Semarang
, 12 Maret 2026
spot_img

Bangkitkan Ekonomi Kreatif Desa, KKN UIN Walisongo Gelar Demo Masak Keripik Pisang Coklat di Desa Lobang

Demo masak menjadi langkah awal pengembangan usaha rumahan berbasis potensi pertanian setempat.

Batang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-21 Posko 8 dari UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa demo masak keripik pisang coklat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Lobang, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan bersama anggota Fatayat NU Desa Lobang sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, khususnya komoditas pisang yang mudah dijumpai di wilayah tersebut.

Koordinator Desa KKN MIT-21 Posko 8, Muhammad Ulil Albab, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk mengembangkan produk olahan pisang agar memiliki daya saing di pasar.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi produk olahan pisang agar tidak kalah saing di pasaran,” ujarnya.

Ketua Fatayat NU Desa Lobang, Anis Wahidatus Sakdiyah, turut memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan program pemberdayaan berbasis keterampilan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain mempererat silaturahmi, demo masak ini memberikan keterampilan baru yang sangat bermanfaat bagi ibu-ibu untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menyaksikan secara langsung proses pembuatan keripik pisang coklat, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengirisan, proses penggorengan, hingga tahap pelapisan coklat.

Pemateri juga menjelaskan strategi pengemasan sederhana agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi sebagai peluang usaha rumahan.

Suasana semakin interaktif saat sesi tanya jawab berlangsung. Anis Wahidatus Sakdiyah sempat menanyakan kendala teknis dalam proses penggorengan agar irisan pisang tidak saling menempel.

Menanggapi hal tersebut, pemateri Egi Wulantika menjelaskan bahwa irisan pisang sebaiknya direndam terlebih dahulu dalam campuran air, sedikit cuka, dan garam sebelum digoreng.

Cara ini dinilai efektif untuk menghasilkan keripik yang lebih renyah dan tidak lengket satu sama lain.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT-21 Posko 8 berharap keterampilan yang telah dibagikan dapat dikembangkan menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal Desa Lobang.

Program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN