Wonokerso, Limpung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Posko 16 Karsa Wonokerso membangun dua unit insinerator sederhana ramah lingkungan di Desa Wonokerso, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Sabtu (15/02/2026).
Program ini menjadi solusi konkret untuk mengurangi volume sampah rumah tangga secara lebih aman dan terkendali.
Insinerator dibangun di Dukuh Wonodadi dan Dukuh Wates berdasarkan kebutuhan warga dan kemudahan akses pengelolaan sampah bersama.
Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan pendampingan mahasiswa mulai dari perencanaan desain hingga uji coba alat.
Program ini dilatarbelakangi meningkatnya volume sampah akibat aktivitas rumah tangga dan pola konsumsi masyarakat.
Selama ini, sebagian warga masih membakar sampah secara terbuka atau membuangnya sembarangan, yang berpotensi menimbulkan polusi udara dan pencemaran lingkungan.
Insinerator yang dirancang mahasiswa berbeda dari praktik pembakaran terbuka.
Alat ini dibuat dengan sistem pembakaran lebih terkendali sehingga menghasilkan asap seminimal mungkin dan lebih aman digunakan di lingkungan permukiman.
Selain pembangunan alat, mahasiswa juga memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah.
Warga diberikan penyuluhan tentang pemilahan sampah organik dan anorganik serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang bernilai ekonomis dapat dikumpulkan dan dijual.
Adapun sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan dimusnahkan menggunakan insinerator.
Ketua RT Dukuh Wonodadi mengapresiasi program tersebut. Ia menilai kehadiran insinerator membantu warga mengelola sampah lebih tertata dan membuat lingkungan terlihat lebih bersih.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua RT Dukuh Wates. Menurutnya, inovasi mahasiswa KKN tidak hanya mengurangi penumpukan sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Mahasiswa berharap fasilitas insinerator dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju Desa Wonokerso yang lebih bersih, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan sampah.



