27.1 C
Semarang
, 4 April 2026
spot_img

Mahasiswa UIN Walisongo Bangun Ojek Kampus Tanpa Potongan

POIN WS menjadi sumber penghasilan nyata bagi mahasiswa.

SEMARANG, Jatengnews.id – Saat biaya hidup makin menekan mahasiswa, sekelompok mahasiswa di UIN Walisongo memilih bergerak. Mereka membangun ojek kampus sendiri bernama POIN WS (Paguyuban Ojek UIN Walisongo).

Bukan sekadar layanan antar-jemput, POIN WS menjadi sumber penghasilan nyata bagi mahasiswa. Tanpa potongan biaya. Tanpa sistem yang memberatkan dan semua dikelola mandiri oleh mahasiswa.

Komunitas ini kini memiliki sekitar 30 driver aktif. Seluruhnya mahasiswa. Layanan meliputi antar-jemput area kampus dan kos, hingga jasa titip makanan dan barang.

Ide ini lahir dari dua persoalan klasik: banyak mahasiswa tak punya kendaraan, dan banyak pula yang kesulitan memenuhi kebutuhan harian. Solusinya sederhana—mahasiswa mengantar mahasiswa.

Pelopor POIN WS, Bagas Suta, mengatakan gerakan ini bermula dari membantu teman.

“Awalnya cuma bantu-bantu. Tapi berkembang. Bahkan ada yang bisa bayar kos sendiri dari hasil narik,” ujarnya dikutip Selasa (03/03/2026).

Di tengah dominasi transportasi online besar dengan potongan komisi, POIN WS hadir dengan model berbeda. Tarif ramah mahasiswa, pendapatan utuh untuk driver, dan relasi berbasis solidaritas.

Keamanan juga menjadi nilai jual. Penumpang dijemput sesama mahasiswa, bukan orang asing.

Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya ojek kampus biasa. Namun bagi driver yang bisa bertahan kuliah karena tambahan penghasilan, ini adalah penopang hidup.

POIN WS menunjukkan satu hal yakni kreativitas mahasiswa bisa menjadi jawaban atas tekanan ekonomi.

“Dan jika model ini terus tumbuh, bukan tidak mungkin ojek kampus serupa akan bermunculan di kampus lain.Ini bukan sekadar transportasi.Ini soal kemandirian,” imbuhnya. (03)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN