Viral Mahasiswa UIN Jadi Korban KSDB Dosennya, Pelaku Belum Tersentuh, Korban Tak Berani Lapor

Kasus ini mulai viral setelah di posting akun instagram Pesan_uinws pada Selasa (5/5/2026) lalu. Disebutkan dalam postingan tersebut pelaku melakukan KSDB dengan menghubungi para mahasiswi pada dini hari dengan kata mesum seperti "memplorotkan"

SEMARANG, Jatengnew.id – Viral diduga mahasiswa UIN Walisongo menjadi korban kekerasan seksual berbasis digital (KSBD) atau kekerasan gender kerbasis online (KGBO) oleh dosennya. Hingga kini terduga pelaku yang merupakan dosen di Fakultas Ushuludin dan Humaniora (Fuhum) tersebut masih belum tersentuh, Jumat (8/5/2026).

Kasus ini mulai viral setelah di posting akun instagram Pesan_uinws pada Selasa (5/5/2026) lalu. Disebutkan dalam postingan tersebut pelaku melakukan KSDB dengan menghubungi para mahasiswi pada dini hari dengan kata mesum seperti “memplorotkan”.

Kemudian postingan ini viral dan mendapatkan banyak respon. Pelaku tindak asusila ini mengarah pada mantan Kepala Prodi (Kaprodi) salah satu jurusan di Fuhum.

Ketua PSGA UIN Walisongo Semarang, Kurni Muhajarah menyampaikan, bahwa pasca viralnya dugaan kasus KSDB ini pihaknya bersama Satgas PPKS UIN Walisongo Semarang dan Tim Etik Dekanat Fuhum.

“Kami saat ini insentif investigasi dan hasilnya akan kami laporkan termasuk melakukan rekomendasi kepada pimpinan untuk modal tim etik,” jelasnya saat ditemui Jatengnews.id Jumat (8/5/2025).

Kurni menegaskan pihaknya bakal berpihak pada koban dan ia memohon untuk ada yang melakukan pelaporan.

“Untuk korban, maupun teman korban, jangan merasa sendiri kami disini bersama dengan korban,” katanya.

Meskipun demikian, hingga kini pihaknya masih belum memanggil apalagi menonaktifkan sementara karena tidak adanya pelaku.

“Kami tidak mau gegabah dalam hal ini, masukan masyarakat kami tampung tapi asas praduga tak bersalah dan juga asas confidential kami utamakan untuk menyelamatkan korban,” paparnya alasan belum memeriksa terduga pelaku.

Menurutnya, proses ini perlu saksi maupun korban yang melapor untuk bisa memeriksa pelaku.

“Saat ini belum, karena ini baru 3 hari kita masih butuh waktu panjang,” tuturnya.

Dikejar soal target pemeriksaan terduga pelaku, ia mengaku masih ingin berfokus pada korban.

“Kami intensentif berkomunikasi dengan organisasi mahasiswa seperti Dema untuk mencari saksi korban,” katanya.

Ketua Satgas PPKS UIN Walisongo, Nur Hasyim menyampaikan, bahwa sejak Rabu (6/5/2026) malam melakukan investigasi hingga saat ini bekalnya hanya dari postingan @Pesan_uinws.

“Kami sampi hari ini masih melacak siapa saja korbanya,” ujarnya.

Pihaknya mengaku, telah mencoba menghungi admin media sosial tersebut untuk mempertemukan dengan korban namun, karena terikat etika mereka untuk menyembunyikan korban jadi pihaknya belum mendapatkan infomasi apapun.

“Kami baru pada tahap penggalian saksi untuk kasus ini,” jelasnya.

Perihal status dosennya, hingga saat ini ia masih belum tersentuh oleh tim investigasi karena tidak adanya saksi.

Namun jika melihat kasusnya, hal ini masuk dalam pelanggaran berat yang bisa memecat pelaku dari status dosennya.

“Kami masih ingin melihat kontruksi kasusnya dan akan melakukan investigasi pada data yang kami dapatkan,” tuturnya

Sementara bagi korban yang ingin melakukan pelaporan, bisa melalui hotline Satgas PPKS 081370255027, email [email protected] dan bisa melalui instagram.

Dema Fuhum UIN Walisongo Semarang, Nur Yusril membenarkan, bahwa terduga pelaku ini merupakan salah satu dosen di Fakultasnya.

Pihaknya mengaku telah bertemu Satgas PPKS dan PSGA untuk menonktifkan dosen tersebut.

“Kami berharap korban berani melaporkan agar kasus ini bisa didalami dan pelaku bisa diberi sanksi yang seberat-beratnya,” tegasnya. (02)

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN