
Demak, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler ke-86 UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan senam sore dan pelatihan pembuatan arang dari sekam padi bersama warga Desa Bermi, Minggu (17/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Desa Bermi tersebut diikuti ibu-ibu warga setempat dengan penuh antusias.
Kegiatan diawali dengan senam sore yang dipandu mahasiswa KKN dan diikuti ibu-ibu serta anak-anak Desa Bermi. Suasana berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga.
Salah satu warga Desa Bermi, Ibu Nisfatul, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena selain menyehatkan juga memberikan pengetahuan baru.
“Perasaan saya nggeh senang, badan e sangat segar setelah senam mendapatkan ilmu baru badan pun juga berasa sehat,” ujarnya.
Mahasiswa KKN memilih waktu sore hari agar para ibu rumah tangga yang mayoritas bekerja sebagai petani tetap dapat mengikuti kegiatan. Setelah senam selesai, acara dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan arang dari sekam padi.
Pelatihan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Desa Bermi yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Selama ini, sekam padi kerap dianggap limbah pertanian yang tidak memiliki nilai ekonomi dan sering dibuang begitu saja.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN UIN Walisongo berinisiatif mengolah sekam padi menjadi arang yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai tambah ekonomi.
“Saya dan teman-teman juga tidak sembarang dalam memilih proker ini. Kami melihat bahwa sebenarnya sekam padi ini berpotensi menjadi barang yang bernilai ekonomi jika diolah dengan baik,” ujar Nabil Bisma selaku penanggung jawab program kerja.
Selain memiliki nilai ekonomis, arang sekam padi juga dinilai dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar tradisional rumah tangga. Pelatihan ini dinilai relevan karena menjelang Hari Raya Iduladha, kebutuhan arang untuk membakar sate biasanya meningkat di masyarakat.
Ibu Nisfatul menilai pelatihan tersebut sangat membantu warga dalam menghemat pengeluaran rumah tangga.
“Dengan pelatihan pembuatan sekam padi menjadi arang kita sebagai ibu-ibu juga dapat menghemat biaya dengan tidak membeli arang, karena kita hanya membeli sekam padi dan tepung tapioka saja,” katanya.
Mahasiswa KKN pun mengaku senang melihat tingginya antusiasme warga yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari senam hingga pelatihan pembuatan arang sekam padi.
“Saya juga senang melihat antusias warga yang semangat mengikuti kegiatan kami. Itu yang menjadi semangat kami untuk mengadakan acara berikutnya,” ungkap Nabil Bisma.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap masyarakat Desa Bermi dapat memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk yang lebih bernilai sekaligus meningkatkan kreativitas dan kemandirian ekonomi warga.
Penulis: Tim mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti