Mahasiswa Unissula Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran: “Bangsa Sedang Menuju Zaman Kegelapan”

Mereka menilai kondisi sosial, ekonomi, dan kebebasan berpendapat masyarakat semakin memburuk di bawah kepemimpinan saat ini.

SEMARANG, Jatengnews.id  — Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai kondisi sosial, ekonomi, dan kebebasan berpendapat masyarakat semakin memburuk di bawah kepemimpinan saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam aksi dan pembacaan sikap di lingkungan kampus Unissula, Senin (25/5/2026) petang.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unissula, Andis Fathan, mengatakan mahasiswa merasa prihatin terhadap arah perjalanan bangsa saat ini.

“Kami dari Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung turut prihatin melihat bangsa ini sedang dituntun menuju jurang oleh Prabowo-Gibran,” ujar Andis saat membacakan pernyataan sikap.

Menurutnya, masyarakat kini dihadapkan pada kenaikan harga kebutuhan pokok serta semakin sulitnya memperoleh lapangan pekerjaan.

“Hari ini rakyat dipertontonkan negara yang semakin tunduk pada oligarki. Harga kebutuhan naik, lapangan kerja semakin sempit, pendidikan semakin sulit dijangkau,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut justru berbanding terbalik dengan kehidupan para elite yang tetap berada dalam kenyamanan.

“Namun, para elite tetap hidup nyaman di atas penderitaan rakyat,” imbuhnya.

Selain itu, Andis juga menyoroti praktik penyalahgunaan kekuasaan yang dinilai mulai dianggap sebagai hal biasa di tengah masyarakat.

“Yang lebih mengerikan, kebohongan perlahan dinormalisasi dan penyalahgunaan kekuasaan dianggap hal biasa,” tegasnya.

Mahasiswa juga menilai situasi demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran karena ruang kritik masyarakat semakin menyempit. Menurut mereka, kritik terhadap pemerintah kerap mendapat tekanan dan intimidasi.

“Kami menyaksikan bagaimana hukum dapat ditekuk demi kepentingan politik, bagaimana kritik dibalas intimidasi, dan bagaimana rakyat kecil hanya dijadikan alat legitimasi saat pemilu lalu dilupakan setelah kekuasaan berhasil diamankan,” ucap Andis.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Unissula, Nando Ginantara, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk tetap menyuarakan kondisi bangsa.

Ia mengajak mahasiswa untuk tidak menutup mata terhadap situasi yang sedang terjadi di Indonesia.

“Jika kampus diam hari ini, maka kampus telah kehilangan martabatnya. Jika mahasiswa takut bersuara, maka bangsa ini benar-benar sedang dipimpin menuju zaman kegelapan,” tandas Nando.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN