Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 UIN Walisongo Semarang Posko 23 melaksanakan program pendampingan akreditasi Perpustakaan Desa Jungsemi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan desa sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
Pendampingan dilakukan dengan membantu berbagai kebutuhan administrasi dan penataan perpustakaan yang menjadi syarat dalam proses akreditasi.
Mahasiswa KKN melakukan penataan ulang koleksi buku berdasarkan kategori, pembuatan katalog buku, pendataan anggota perpustakaan, hingga penyusunan profil perpustakaan yang dibutuhkan dalam proses penilaian akreditasi.
Koordinator Desa KKN Posko 23 UIN Walisongo Semarang, Aditya Putera Pratama, menjelaskan bahwa perpustakaan desa memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran dan sumber informasi bagi masyarakat.
“Kami berupaya membantu pengelolaan perpustakaan agar proses administrasi dan penataan koleksi menjadi lebih rapi. Harapannya, perpustakaan desa dapat terus berkembang dan semakin banyak dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain mendukung proses akreditasi, mahasiswa KKN juga menyelenggarakan kegiatan nonton bareng film animasi Jumbo bersama anak-anak Desa Jungsemi.
Kegiatan ini bertujuan memberikan hiburan edukatif sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak melalui media film.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Ferdina Bascara dan Muh Adzan Khanif selaku mahasiswa KKN Posko 23 UIN Walisongo Semarang. Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari anak-anak maupun masyarakat yang turut hadir mendampingi putra-putri mereka.
Sebagai bentuk penguatan pesan moral dari film yang ditayangkan, panitia mengadakan sesi kuis interaktif.
Melalui kuis tersebut, anak-anak diajak mengingat kembali nilai-nilai positif yang diperoleh dari film, seperti pentingnya persahabatan, kerja sama, rasa percaya diri, dan semangat meraih cita-cita.
Acara semakin meriah ketika perwakilan anak-anak dan mahasiswa KKN bersama-sama menyanyikan lagu tema film Jumbo. Momen tersebut menjadi penutup yang berkesan sekaligus mempererat kedekatan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Jungsemi.
Kepala Desa Jungsemi mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN dalam membantu pengembangan perpustakaan desa.
Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan manfaat nyata, terutama dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan akreditasi.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN. Mereka membantu penataan administrasi sekaligus memberikan ide-ide baru dalam pengelolaan perpustakaan,” tuturnya.
Pengelola Perpustakaan Desa Jungsemi juga menyampaikan bahwa proses akreditasi membutuhkan persiapan yang matang, baik dari aspek administrasi maupun pelayanan. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai mampu mempercepat berbagai tahapan persiapan yang diperlukan.
Tidak hanya fokus pada administrasi, mahasiswa bersama warga juga melakukan pembenahan ruang perpustakaan agar lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung.
Berbagai kegiatan seperti membersihkan ruangan, menata sudut baca, dan memasang poster edukasi dilakukan secara gotong royong.
Program ini mendapatkan respons positif dari masyarakat. Anak-anak mulai lebih aktif mengunjungi perpustakaan untuk membaca dan mengikuti kegiatan literasi yang diselenggarakan mahasiswa.
Beberapa warga juga turut berpartisipasi dengan menyumbangkan buku bacaan guna menambah koleksi perpustakaan desa.
Melalui program pendampingan akreditasi perpustakaan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 23 berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Jungsemi.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, pengelola perpustakaan, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan Perpustakaan Desa Jungsemi sebagai pusat literasi yang aktif, nyaman, dan bermanfaat bagi seluruh warga.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti


