SEMARANG, Jatengnews.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) turut menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dalam aksi yang digelar di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026).
Ketua BEM Undip, Nur Majid mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk respons mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dinilai semakin membebani masyarakat, mulai dari kondisi ekonomi hingga kebijakan pemerintah yang menuai kontroversi.
“Ada beberapa tuntutan yang kami bawa pada hari ini. Pertama evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan turunkan harga BBM dengan memberikan subsidi dalam sementara waktu,” kata Nur Majid saat ditemui di sela aksi.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah melakukan reformasi terhadap institusi TNI dan Polri. Mereka meminta pemerintah memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta menurunkan harga obat-obatan yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.
Tuntutan lainnya yakni percepatan audit dan pencairan dana-dana yang dinilai penting bagi masyarakat.
Massa aksi juga meminta pemerintah mengembalikan hak-hak tanah petani dan menghentikan proyek strategis nasional (PSN) yang dianggap merugikan warga.
“Kami juga meminta pemangkasan tunjangan pejabat sebesar 20 persen, realisasi 19 juta lapangan pekerjaan, dan penarikan aparat yang berada di proyek-proyek PSN,” ujarnya.
Menurut Nur Majid, berbagai tuntutan tersebut lahir dari keresahan masyarakat yang semakin kuat di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan saat ini.
“Harapannya pemerintah bisa mendengar apa yang menjadi keresahan masyarakat. Pada hari ini krisis ekonomi sudah di depan mata,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Nur Majid juga menyinggung sejumlah kebijakan yang menjadi sorotan publik, termasuk revisi Undang-Undang Polri yang telah disahkan dan persoalan harga bahan bakar minyak.
“Revisi Undang-Undang Polri sudah disahkan, kemudian harga BBM naik. Apalagi yang pemerintah tunggu selain menyelesaikan hal tersebut,” katanya.
Terkait kemungkinan aksi lanjutan, BEM Undip membuka peluang kembali turun ke jalan apabila tuntutan yang disampaikan tidak mendapat respons dari pemerintah.
“Akan ada demo lanjutan. Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu,” tandasnya.
Penulis : Muhammad Kamal
Editor : Jaka Nuswantara


