Komisaris Utama Independen Bank Jateng Adnas Bawa Semangat Baru Fokus Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Perbankan

Direksi dan manajemen Bank Jateng menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Adnas sebagai Komisaris Utama Independen periode 2026–2031.

SEMARANG, Jatengnews.id – Bank Jateng memasuki babak baru penguatan tata kelola perusahaan dengan hadirnya Komisaris Utama Independen baru, Adnas.

Membawa komitmen untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, Adnas menegaskan akan memperkuat peran pengawasan, memberikan arahan strategis kepada direksi, serta memastikan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) berjalan optimal.

Dalam menjalankan tugasnya, Adnas akan menggunakan pendekatan analisis SWOT sebagai landasan dalam membaca kondisi internal maupun eksternal perusahaan. Strategi tersebut dinilai penting untuk menghadapi dinamika industri perbankan yang terus berkembang, mulai dari percepatan digitalisasi hingga meningkatnya tantangan keamanan siber.

“Sebagai Komisaris Utama Bank Jateng, saya akan menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat strategis kepada Direksi dengan berpedoman pada prinsip Good Corporate Governance (GCG) melalui pendekatan SWOT Analysis,” ujar Adnas melalui siaran pers, Kamis (18/06/2026).

Menurutnya, Bank Jateng memiliki sejumlah kekuatan yang menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan. Dukungan pemerintah daerah sebagai pemegang saham, jaringan layanan yang luas di Jawa Tengah, kepercayaan masyarakat, serta sumber daya manusia yang terus berkembang menjadi fondasi utama perusahaan.

“Dari sisi Strengths (kekuatan), Bank Jateng memiliki dukungan kuat dari Pemerintah Daerah sebagai pemegang saham, jaringan layanan yang luas, serta tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi. Fondasi bisnis yang stabil menjadi modal penting dalam memperkuat kinerja dan penerapan GCG,” jelasnya.

Di tengah peluang pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi, Adnas melihat digitalisasi serta penguatan sektor UMKM sebagai ruang besar yang dapat dimanfaatkan Bank Jateng untuk memperluas layanan.

“Perkembangan teknologi digital, pertumbuhan UMKM, serta kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan yang cepat dan mudah menjadi peluang besar bagi Bank Jateng untuk meningkatkan daya saing melalui inovasi produk dan layanan,” katanya.

Namun demikian, Adnas menyadari transformasi digital masih menjadi pekerjaan yang harus terus dipercepat. Peningkatan sistem layanan berbasis teknologi dan penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dari agenda pengembangan ke depan.

“Dari sisi Weaknesses, transformasi digital masih perlu dioptimalkan agar Bank Jateng mampu memberikan layanan yang lebih efisien, aman, dan sesuai kebutuhan nasabah. Karena itu, percepatan digitalisasi proses bisnis dan peningkatan kompetensi SDM menjadi perhatian,” ungkapnya.

Selain transformasi digital, penguatan manajemen risiko juga menjadi fokus utama. Adnas menilai industri perbankan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk persaingan usaha, perubahan regulasi, hingga ancaman kejahatan siber.

“Dari sisi Threats, Bank Jateng menghadapi persaingan yang semakin ketat, meningkatnya risiko keamanan cyber, serta kondisi ekonomi yang dinamis. Dibutuhkan penguatan manajemen risiko, sistem keamanan informasi, dan pengawasan yang efektif agar bank tetap kompetitif,” tegasnya.

Memasuki target kinerja 2026, Adnas menekankan bahwa keberhasilan Bank Jateng tidak hanya diukur dari pertumbuhan laba, tetapi juga dari kualitas pertumbuhan yang mampu menjaga keberlanjutan bisnis.

Ia menyebut target kinerja harus selaras dengan Rencana Bisnis Bank (RBB), dengan memperhatikan pertumbuhan aset, kredit, dan Dana Pihak Ketiga (DPK), sekaligus menjaga kualitas kredit melalui pengendalian rasio *Non Performing Loan* (NPL).

“Target tersebut tidak hanya berfokus pada pertumbuhan laba, tetapi juga penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan keberlanjutan bisnis. Pertumbuhan harus tetap sehat dengan menjaga kualitas kredit,” paparnya.

Selain aspek keuangan, jajaran direksi juga didorong untuk mempercepat transformasi digital, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat penerapan GCG di seluruh lini perusahaan.

Dengan kepemimpinan baru di jajaran komisaris, Bank Jateng optimistis mampu menjaga kepercayaan masyarakat, memperkuat kontribusi terhadap perekonomian Jawa Tengah, serta tumbuh menjadi bank daerah yang semakin adaptif dan berdaya saing.

Direksi dan manajemen Bank Jateng menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Adnas sebagai Komisaris Utama Independen periode 2026–2031. Kehadiran jajaran komisaris baru diharapkan membawa penguatan tata kelola, transparansi, dan keberlanjutan kinerja perusahaan.

Penulis   : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN