Sembilan Kepala SPPG Wilayah Jawa Tengah Dicopot, Termasuk Buntut Keracunan SMKN 6 Semarang

Secara data nasional, terdapat 137 Kepala SPPG yang diberhemtikan. 49 di Jawa Barat, 26 di Lampung, 11 di Jawa Timur, 10 di banten, 10 di Sumatra Utara, 9 di Jateng, 6 di Sumatera Selatan dan 16 di sembilan provinsi lainnya

SEMARANG, Jatengnews.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) copot sembilan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah (Jateng) termasuk penyedia Makan Bergizi (MBG) untuk SMKN 6 Kota Semarang, Selasa (4/8/2026).

Secara data nasional, terdapat 137 Kepala SPPG yang diberhemtikan. 49 di Jawa Barat, 26 di Lampung, 11 di Jawa Timur, 10 di banten, 10 di Sumatra Utara, 9 di Jateng, 6 di Sumatera Selatan dan 16 di sembilan provinsi lainnya.

Kemudian, untuk Jateng detailnya lima karena kasus keracunan dan empat lainnya karena masalah lain.

Pernyataan tersebut, ia sampaikan dalam unggahan akun instagram resmi miliknya pada Senin (3/8/2026) malam.

“Saya sebagai kepala badan gizi nasional telah mencopot 137 kepala dapur di seluruh Indonesia,” tegasnya.

“Jawa Tengah itu lima termasuk kepala dapur yang kemarin di Semarang menimbulkan keracunan di SMK Negeri 6 Semarang,” sambungnya.

Meskipun demikian  Kasubag Tata Usaha KPPG Semarang, Bagus Anindito mengaku, belum mendapatkan surat resminya dari pihaj BGN perihal pemecatan tersebut.

“Sampai saat ini saya sendiri belum terima ini datanya dari SDM, betul (masih menunggu surat BGN),” ucapnya.

Telah diketahui, bahwa SPPG Karangturi merupakan dapur penyedia yang mengakibatkan keracunan terhadap 707 siswa dan guru di SMKN 6 Semarang lalu.

“Saya juga lagi minta keterangan dari biro SDM apakah diberhentikan atau hanya dicopot SPPG nya,” katanya perihal status tersebut.

Menurutnya, status para Kepala SPPG tersebut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sehingga seperti apa nasibnya.

“Sebelumnya belum (ada pemberhentian), memang pimpinan baru kebijakan baru,” paparnya.

Pihaknya masih menunggu kebijakannya dari pimpinannya perihak nasib Kepala SPPG yang dicopot.

Perihal dapurnya, ia membenarkan bahwa aktivitas SPPG Karangturi tersebut diberhentikan sementara pasca adanya keracunan.

“Sebelumnya kejadian menonjol seperti ini langsung di suspend SPPG nya atau diberhentikan sementara, jadi ada poin-poin yang harus mereka perbaiki,” paparnya.

Perihal lokasi lainnya yang Kepala SPPG diberhentikan, ia mengaku masih mencari dan belum tahu.

“Kalau bermasalah pasti ada, ini kami pendataan terus dari segi infrastrukturnya dan ipalnya,” ujarnya.

Menurut datanya, ada lima sampai enam SPPG yang masih kena suspend dari 2400 an dapur di bawah KPPG Semarang.

“Ada di Grobogan, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, terus Kabupaten Pekalongan juga ada,” sebutnya lokasi SPPG yang diberhentikan sementara.

“Kota Semarang ada dua, tapi yang satu sudah mau proses dia mengajukan permohonan pencabutan karena perbaikan telah selesai, jadi masih proses pencabutan,” sambungnya.

Lanjutnya, keenam SPPG yang kena suspend tersebut diperkarikan tidak berkaitan dengan sembilan Kepala SPPG yang diumumkan Kepala BGN diberhentikan.

Penulis   : Muhammad Kamal

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN