KENDAL, Jatengnews.id – Bagi sebagian orang, sepeda motor mungkin hanya menjadi alat transportasi untuk berpindah tempat. Namun bagi Rezanda Akbar (28), warga Kendal, Jawa Tengah, sebuah motor memiliki cerita panjang yang tidak bisa digantikan dengan sekadar harga atau tampilan baru.
Sejak 2016, sebuah Honda Revo warisan sang ayah menjadi saksi perjalanan hidupnya. Motor bebek sederhana itu tidak hanya mengantarkan Rezanda dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga menemani berbagai fase penting dalam hidupnya, mulai dari masa kuliah, bekerja, mencari pasangan hidup, hingga akhirnya menikah dan memiliki anak.
“Motor ini warisan dari ayah. Dari dulu sampai sekarang masih saya pakai. Banyak sekali cerita yang sudah dilewati bersama Revo ini,” ujar Rezanda Rabu (24/06/2026).
Saat masih menjadi mahasiswa, Honda Revo tersebut menjadi kendaraan utama yang mengantarkannya menjalani aktivitas sehari-hari. Setelah lulus dan mulai bekerja, motor yang sama tetap menjadi andalan untuk menunjang mobilitasnya.
Bukan hanya perjalanan biasa, motor itu juga sudah melewati berbagai kondisi jalan. Salah satu pengalaman yang paling diingat Rezanda adalah ketika harus menerjang banjir rob di wilayah Demak dan Kudus.
Menurutnya, meski kondisi jalan cukup berat, Honda Revo tetap mampu melaju tanpa banyak kendala. Ketangguhan motor tersebut membuatnya semakin yakin untuk terus mempertahankan kendaraan peninggalan ayahnya itu.
“Pernah melewati banjir rob, kondisi jalan tidak mudah, tapi motor tetap jalan. Selama dirawat, Revo ini tidak pernah rewel,” katanya.
Bagi Rezanda, ada ikatan emosional yang membuatnya sulit berpisah dengan motor tersebut. Ia menyebut dirinya sudah merasa menyatu dengan Honda Revo yang telah menemani banyak momen dalam kehidupannya.
“Rasanya jiwa saya sudah menyatu dengan Revo ini. Motor ini bukan hanya kendaraan, tapi sudah seperti teman perjalanan,” ungkapnya.
Selain terkenal tangguh, faktor lain yang membuat Rezanda tetap setia adalah konsumsi bahan bakarnya yang sangat irit. Dalam aktivitas sehari-hari, Honda Revo miliknya mampu mendukung perjalanan jauh dengan penggunaan bensin yang relatif hemat.
Ia mengaku perjalanan rutin dari Semarang menuju Kendal bisa dilakukan dengan sangat efisien. Bahkan untuk perjalanan tertentu hingga luar daerah, motor tersebut tetap mampu diandalkan.
“Empat liter bensin bisa untuk satu minggu perjalanan Semarang-Kendal. Pernah juga dipakai sampai Rembang. Sangat irit,” jelasnya.
Tidak berhenti di perjalanan harian, Honda Revo miliknya juga pernah diajak melakukan perjalanan jauh atau touring hingga Jawa Timur. Jarak tempuh yang panjang tidak membuatnya ragu membawa motor tersebut menjelajah berbagai daerah.
Meski sudah berusia cukup lama, Rezanda tetap melakukan perawatan agar motor kesayangannya tetap prima. Ia mengaku pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika membeli oli palsu yang berdampak pada kondisi mesin.
Akibat kejadian tersebut, ia harus melakukan perbaikan hingga mengganti blok mesin. Namun pengalaman itu tidak membuatnya meninggalkan Honda Revo.
“Pernah kena oli palsu sampai harus ganti blok mesin. Tapi setelah diperbaiki, tetap saya pakai lagi. Saya memang masih nyaman dengan motor ini,” ujarnya.
Kesetiaannya terhadap Honda juga bukan hanya terlihat dari satu motor. Menurut Rezanda, keluarganya juga banyak menggunakan produk Honda karena dinilai aman dan nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.
Baginya, motor yang baik bukan hanya dilihat dari model atau tahun produksinya, tetapi dari kemampuan menemani pemiliknya melewati berbagai perjalanan.
“Motor Honda aman dan enak dipakai. Yang penting dirawat, pasti bisa menemani perjalanan panjang,” katanya.
Kini, setelah bertahun-tahun digunakan, Honda Revo tersebut masih menjadi bagian dari kehidupan Rezanda. Motor yang dulu menemani masa kuliah, mencari pekerjaan, hingga menemukan pasangan hidup itu kini juga ikut mengantarkan perjalanan barunya sebagai seorang ayah.
Sebuah motor sederhana ternyata bisa menyimpan cerita luar biasa. Bagi Rezanda, Honda Revo bukan sekadar kendaraan, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang penuh kenangan.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara


