Beranda Daerah UIN Walisongo Luncurkan Biografi 70 Tahun Prof. Erfan Soebahar, Rektor: Mahakarya Ulama-Intelektual...

UIN Walisongo Luncurkan Biografi 70 Tahun Prof. Erfan Soebahar, Rektor: Mahakarya Ulama-Intelektual Ilmu yang Menginspirasi

UIN Walisongo berharap buku tersebut menjadi monumen literasi sekaligus warisan intelektual yang mampu menginspirasi generasi penerus untuk terus belajar, mengabdi kepada masyarakat

UIN Walisongo Semarang bersama para tokoh agama dan akademisi berkumpul untuk menghadiri acara pra-launching buku monumental berjudul "Biografi 70 Tahun Prof. Erfan Soebahar: Jejak Langkah Pendidik, Pendakwah, dan Pemimpin Inspiratif".
UIN Walisongo Semarang bersama para tokoh agama dan akademisi berkumpul untuk menghadiri acara pra-launching buku monumental berjudul "Biografi 70 Tahun Prof. Erfan Soebahar: Jejak Langkah Pendidik, Pendakwah, dan Pemimpin Inspiratif". (Foto : Dok UIN Walisongo)

SEMARANG, Jatengnews.id – Suasana khidmat dan penuh inspirasi mewarnai Ruang Teater Rektorat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Senin (6/7/2026), saat digelar pra-launching buku “Biografi 70 Tahun Prof. Erfan Soebahar: Jejak Langkah Pendidik, Pendakwah, dan Pemimpin Inspiratif.”

Karya monumental tersebut menjadi bentuk penghormatan atas perjalanan hidup dan pengabdian Prof. Dr. KH. Moh. Erfan Soebahar, M.Ag., Guru Besar Ilmu Hadis UIN Walisongo Semarang yang dikenal luas sebagai akademisi, ulama, sekaligus pemimpin umat.

Acara dihadiri keluarga besar UIN Walisongo, tokoh agama, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bukti besarnya apresiasi terhadap sosok Prof. Erfan yang telah mengabdikan hidupnya bagi pengembangan ilmu hadis, pendidikan Islam, dan dakwah moderat.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., menyebut peluncuran buku tersebut bukan sekadar memperingati usia 70 tahun Prof. Erfan, melainkan menjadi refleksi atas karya dan keteladanan seorang ulama-intelektual yang berhasil memadukan kedalaman ilmu agama dengan pendekatan akademik modern.

“Prof. Erfan Soebahar adalah sosok ulama-intelektual paripurna yang berhasil mengawinkan kemuliaan nilai Islam dengan metodologi modern. Beliau membawa kajian hadis keluar dari sekadar disiplin teks yang kaku menjadi sumber nilai yang hidup melalui pendekatan Living Hadith untuk menjawab tantangan zaman, memperkuat moderasi beragama, dan meneguhkan harmoni sosial,” ujar Musahadi.

Menurutnya, kiprah Prof. Erfan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi UIN Walisongo menuju 2038 sebagai Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis Kesatuan Ilmu Pengetahuan (*Unity of Sciences*) untuk Kemanusiaan dan Peradaban.

Ia juga menilai perjalanan Prof. Erfan, mulai dari mahasiswa hingga meraih jabatan Guru Besar, menunjukkan bahwa integritas akademik dan spiritualitas merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

“Beliau adalah teladan pembelajar sepanjang hayat yang relevan bagi generasi muda, santri, maupun seluruh civitas akademika,” tegasnya.

Apresiasi serupa datang dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Dalam testimoni yang dimuat dalam buku dan dibedah pada acara tersebut, Gus Yasin menyebut Prof. Erfan sebagai sosok “Guru Bangsa” yang mampu menanamkan ilmu dengan kesejukan dan keteladanan.

“Beliau adalah ulama yang menanamkan ilmu dengan keteduhan, membimbing dengan keteladanan, serta mengajarkan nilai-nilai Islam dengan wajah yang ramah, moderat, dan menyejukkan,” ungkap Taj Yasin.

Menurutnya, pengabdian Prof. Erfan tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga membangun karakter dan peradaban bangsa. Di usia 70 tahun, Prof. Erfan dinilai tetap menjadi lentera yang terus menyinari masyarakat melalui harmoni antara kecendekiaan, spiritualitas pesantren, dan kepedulian sosial.

Selain dikenal sebagai Guru Besar Ilmu Hadis, Prof. Erfan juga aktif melayani masyarakat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang selama tiga periode, yakni 2015–2030. Di bawah kepemimpinannya, MUI Kota Semarang dinilai berhasil memperkuat dakwah digital sekaligus melakukan modernisasi organisasi dengan pendekatan yang humanis.

Buku biografi setebal lima bagian tersebut disusun hanya dalam waktu 49 hari oleh tim yang diketuai Dr. H. Ismail SM, M.Ag. Isinya tidak hanya mengulas perjalanan hidup Prof. Erfan, tetapi juga memotret nasab, sanad keilmuan yang tersambung kepada ulama Nusantara dan dunia, karya-karya ilmiah, serta memuat testimoni dari sekitar 80 tokoh lintas profesi, mulai dari pejabat, ulama, akademisi, hingga para muridnya.

Melalui pra-launching ini, UIN Walisongo berharap buku tersebut menjadi monumen literasi sekaligus warisan intelektual yang mampu menginspirasi generasi penerus untuk terus belajar, mengabdi kepada masyarakat, serta mengembangkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin dengan semangat keilmuan, moderasi, dan kemanusiaan.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Exit mobile version