SEMARANG, Jatengnews.id – Mobilitas masyarakat yang semakin dinamis menuntut tersedianya sarana transportasi yang efektif, efisien, sekaligus ekonomis. Di tengah padatnya aktivitas perkotaan, sepeda motor matik masih menjadi pilihan utama, salah satunya Honda BeAT.
Di Kota Semarang, motor matik berukuran ringkas ini dinilai cocok digunakan untuk menghadapi lalu lintas yang padat, melintasi jalan sempit, hingga menunjang mobilitas harian. Tak heran jika Honda BeAT menjadi andalan para perantau, baik mahasiswa maupun pekerja.
Salah satunya adalah Azmi (19), mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, UIN Walisongo Semarang. Mahasiswa semester tiga asal Pemalang itu memilih Honda BeAT Deluxe karena dinilai paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari, sekaligus memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan motor matik lain di kelasnya.
“Karena Honda BeAT enak dipakai harian dan harganya lebih terjangkau dibanding motor matik yang lain,” ujar Azmi, Senin (29/6/2026).
Motor tersebut merupakan hadiah dari orang tuanya untuk menunjang aktivitas kuliah sekaligus mobilitas sehari-hari selama merantau di Kota Semarang. Menurut Azmi, Honda BeAT menjadi pilihan yang tepat karena praktis digunakan di lingkungan perkotaan.
Ia menilai bodi yang ramping dan bobot yang ringan membuat Honda BeAT mudah dikendalikan, terutama saat melintasi kemacetan maupun gang-gang sempit. Keunggulan tersebut sangat membantu ketika harus berpindah tempat dengan cepat untuk berbagai keperluan.
Menurutnya, kondisi lalu lintas Kota Semarang yang cukup padat, terutama pada jam-jam sibuk, membuat motor berukuran ringkas seperti Honda BeAT terasa lebih nyaman digunakan dibandingkan motor berkapasitas lebih besar.
“Saat jam sibuk, pakai BeAT lebih enak dan nyaman untuk melewati jalan yang padat,” katanya.
Selain kenyamanan, efisiensi bahan bakar menjadi alasan utama Azmi memilih Honda BeAT. Sebagai pengguna aktif yang hampir setiap hari berkendara untuk kuliah maupun beraktivitas, ia mengaku pengeluaran untuk bahan bakar cukup hemat.
“Bensinnya irit, yang penting jangan lupa ganti oli,” ujarnya.
Selama hampir satu tahun menggunakan Honda BeAT, Azmi mengaku belum pernah mengalami kendala berarti. Ia hanya melakukan perawatan rutin berupa servis berkala serta penggantian oli setiap dua bulan karena intensitas penggunaan yang cukup tinggi.
Bagi Azmi, memilih Honda BeAT bukan sekadar mengikuti tren anak muda, melainkan lebih mengutamakan fungsi sebagai kendaraan yang nyaman, hemat bahan bakar, dan dapat diandalkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kalau sekarang banyak yang pilih motor buat gaya. Kalau saya lebih pilih yang nyaman, irit, dan enak dipakai,” tutupnya.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara


