SEMARANG, Jatengnews.id – Sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprakirakan menikmati cuaca cerah hingga cerah berawan pada Sabtu (25/7/2026).
Meski kondisi cuaca relatif kondusif untuk beraktivitas di luar ruangan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang menunjukkan cuaca pada pagi hingga siang hari didominasi cerah dan cerah berawan. Memasuki sore hingga awal malam, langit diperkirakan berubah menjadi cerah berawan hingga berawan di sejumlah daerah.
Angin secara umum bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar 5–35 kilometer per jam. Sementara itu, suhu udara di Jawa Tengah diprediksi berada pada rentang 16–35 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 45–95 persen.
Khusus di Kota Semarang, cuaca diprakirakan cerah sejak pagi hingga siang. Pada sore dan awal malam, kondisi berubah menjadi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara diperkirakan mencapai 25–35 derajat Celsius dengan kelembapan 45–75 persen dan kecepatan angin 5–30 kilometer per jam.
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG pada pukul 05.30 WIB, kondisi cuaca di Semarang terpantau cerah. Suhu udara tercatat 20,8 derajat Celsius dengan kelembapan 80 persen. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 7 kilometer per jam.
Di sejumlah kota lain seperti Cilacap, Purwokerto, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Rembang, Pati, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Surakarta, Pekalongan, hingga Tegal, cuaca diperkirakan cerah berawan. Adapun wilayah dataran tinggi seperti Banjarnegara, Wonosobo, Karanganyar, Temanggung, Magelang, Boyolali, dan Salatiga diprediksi berawan.
Selain prakiraan cuaca daratan, BMKG juga mengeluarkan informasi kondisi perairan. Tinggi gelombang di perairan utara Jawa Tengah diperkirakan berkisar 0,5–1,25 meter, sedangkan di perairan selatan Jawa Tengah mencapai 1,25–2,5 meter. Kondisi tersebut masih perlu menjadi perhatian bagi nelayan maupun pengguna jasa transportasi laut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan cuaca cerah dengan tetap bijak menggunakan api di area terbuka serta tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat kondisi udara yang relatif kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara


