SEMARANG, Jatengnews.id – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan investasi di sektor pariwisata untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Kemudahan investasi yang diberikan pemerintah dinilai perlu berjalan beriringan dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Keseimbangan tersebut menjadi salah satu kunci agar pengembangan pariwisata di Jawa Tengah dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, mengatakan investasi yang masuk ke Jawa Tengah hingga kini masih banyak terkonsentrasi pada sektor industri pengolahan.
Padahal, menurutnya, sektor pariwisata memiliki efek berganda yang luas karena dapat menggerakkan berbagai sektor lain, mulai dari perhotelan, restoran, transportasi, UMKM hingga jasa.
“Kami berharap investor juga mulai mengalihkan tujuan investasinya ke sektor pariwisata. Tentu hal itu membutuhkan dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan dan kemudahan investasi sehingga sektor pariwisata menjadi semakin menarik,” ujarnya dalam kegiatan Studi Tiru Pengelolaan Publikasi Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau Melalui Jejaring Media Strategis di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Gianyar, Bali.
Andi menilai pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik destinasi. Infrastruktur pendukung juga harus dipersiapkan secara matang.
Konektivitas transportasi, kualitas akses jalan, ketersediaan hotel, hingga berbagai fasilitas penunjang wisata menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing destinasi.
Namun, pembangunan tersebut tidak boleh mengabaikan daya dukung lingkungan.
Menurut Andi, pemerintah perlu memastikan kebijakan kemudahan investasi tetap disertai regulasi yang mampu menjaga kelestarian lingkungan, termasuk dalam pembangunan hotel maupun fasilitas wisata lainnya.
“Bagaimana pemerintah memberikan kemudahan investasi, tetapi di sisi lain lingkungan tetap terjaga. Keseimbangan inilah yang harus dibangun agar pariwisata dapat tumbuh secara berkelanjutan,” katanya.
Bank Indonesia, lanjut Andi, siap mendukung berbagai langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah, Endro Wicaksa, mengatakan Pemprov Jateng menargetkan konsep pariwisata berkelanjutan dan ekonomi hijau menjadi salah satu tema pembangunan daerah pada 2027.
Persiapan untuk mewujudkan target tersebut mulai dilakukan sejak 2026. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperkuat jejaring media untuk memperluas publikasi berbagai potensi wisata di Jawa Tengah.
Menurut Endro, media memiliki posisi strategis dalam membangun citra positif daerah sekaligus memperkenalkan destinasi wisata kepada masyarakat luas. Publikasi yang semakin kuat diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan sekaligus membuka peluang investasi.
Selain promosi, Pemprov Jateng juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur serta penyediaan transportasi umum yang terintegrasi.
Pengembangan kawasan wisata prioritas turut menjadi bagian dari strategi tersebut. Salah satunya kawasan Borobudur yang terus didorong agar memiliki konektivitas dengan berbagai destinasi di sekitarnya.
Jalur wisata tersebut diarahkan untuk menghubungkan kawasan Borobudur dengan sejumlah wilayah seperti Magelang, Purworejo, Kopeng hingga kawasan Jawa Tengah bagian utara.
Dengan konektivitas yang semakin luas, wisatawan diharapkan tidak hanya mengunjungi satu destinasi, tetapi memiliki lebih banyak pilihan untuk memperpanjang masa tinggal di Jawa Tengah.
Pengembangan infrastruktur dan amenitas pun terus dilakukan, bersamaan dengan penciptaan destinasi-destinasi wisata baru.
“Melalui strategi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat,” ujar Endro.
Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan memberikan dampak berantai terhadap pertumbuhan hotel, restoran, UMKM dan berbagai sektor jasa lainnya.
Pada akhirnya, geliat pariwisata juga diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara


