Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman, KKN UIN Walisongo Gelar Edukasi Anti-Bullying di SDN Genting 1

Sebanyak 88 siswa SDN Genting 1 mengikuti edukasi anti-bullying yang dikemas interaktif untuk menumbuhkan empati dan menciptakan budaya sekolah yang aman

Semarang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 45 menggelar kegiatan edukasi anti-bullying bagi 88 siswa SD Negeri Genting 1 di Perpustakaan SDN Genting 1, Dusun Plimbungan, Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Kamis (30/7/2026).

Mengusung tema “Bersama Ciptakan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bebas Bullying”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya perundungan sekaligus menanamkan sikap saling menghargai, peduli, dan berempati sejak usia dini.

Materi disampaikan secara interaktif oleh mahasiswa KKN, Devina Madhiha dan Muhammad Farhan. Para siswa dikenalkan pada pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta langkah-langkah pencegahan dan cara menyikapi tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, pemateri menyisipkan sesi tanya jawab interaktif. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi. Metode tersebut membuat peserta lebih aktif, antusias, dan mudah memahami materi yang disampaikan.

Dalam pemaparannya, Devina Madhiha menegaskan bahwa tindakan bullying tidak dapat dianggap sebagai candaan biasa.

“Bullying bukan sekadar bercanda. Perilaku tersebut dapat membuat korban kehilangan rasa percaya diri, merasa tertekan, bahkan menyimpan rasa sakit dalam waktu yang lama. Karena itu, kita harus berani menghentikan bullying dan mulai membiasakan diri untuk saling menghargai,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan permainan edukatif, sesi refleksi menggunakan sticky note, serta pembacaan ikrar anti-bullying. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Salah satu peserta, Rizi, mengaku memperoleh pengalaman yang berkesan setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Edukasi ini sangat bermanfaat karena kadang saya tidak berani melawan pembully. Sekarang saya lebih percaya diri untuk berkata ‘tidak’ ketika dibully,” tuturnya.

Guru dan pihak sekolah menyambut baik kegiatan edukasi yang dilaksanakan mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 45.

Program ini dinilai mampu memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menghormati sesama dan menciptakan lingkungan belajar yang positif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 45 berharap para siswa tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi juga mampu menjadi pelopor kebaikan di sekolah dengan membangun budaya saling menghormati, saling peduli, dan berani mencegah terjadinya perundungan.

Edukasi anti-bullying ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman serta memperkuat pembentukan karakter peserta didik sejak dini.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN Walisongo
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN