GROBOGAN, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengedukasi siswa kelas V SD Negeri 01 Tambakan, Desa Tambakan, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, tentang pencegahan cyberbullying atau perundungan di dunia maya, Senin (3/8/2026).
Sosialisasi tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran anak-anak agar mampu menggunakan internet secara bijak sekaligus memahami dampak negatif perundungan digital. Edukasi sejak usia sekolah dasar dinilai penting seiring meningkatnya penggunaan gawai dan media sosial di kalangan anak.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN menjelaskan pengertian cyberbullying, berbagai bentuk perundungan di dunia maya, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahannya. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, kuis, studi kasus, dan sesi tanya jawab.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman menggunakan telepon genggam, hingga menyampaikan komitmen untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain di ruang digital.
Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS mengatakan, pemahaman mengenai etika digital perlu diberikan sejak dini agar anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
“Kami berharap siswa menjadi pengguna internet yang bijak, menghargai sesama, dan berani melaporkan apabila menemukan tindakan cyberbullying di media sosial,” ujarnya.
Pihak SD Negeri 01 Tambakan mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di era digital.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN Berdampak UPGRIS berharap dapat berkontribusi menciptakan lingkungan digital yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama mengusung pesan “Bijak Bermedia Digital, Berani Berkata Baik, Stop Cyberbullying!” sebagai ajakan membangun ruang digital yang sehat dan positif.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Jaka N


