KKN UPGRIS Pelajari Pengolahan Kompos Kotoran Sapi di Demak

Kegiatan tersebut bertujuan menggali potensi pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pertanian ramah lingkungan.

DEMAK, Jatengnews.id  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Desa Batursari mempelajari pengelolaan limbah peternakan sapi menjadi pupuk kompos organik melalui observasi di peternakan milik Imron Rosidi, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Kegiatan tersebut bertujuan menggali potensi pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pertanian ramah lingkungan.

Selama observasi, mahasiswa mempelajari manajemen pemeliharaan sapi, pola pemberian pakan, hingga proses pengolahan limbah ternak menjadi kompos.

Pemilik peternakan, Imron Rosidi, menjelaskan kualitas pakan menjadi faktor penting yang menentukan mutu pupuk kompos. Ia juga membagikan cara mengurangi bau kotoran sapi dengan mencampurkan molase ke dalam air minum ternak serta menambahkan garam untuk meningkatkan nafsu makan sapi.

“Kualitas pupuk kompos yang bagus itu sangat tergantung dari pakan sapinya. Kalau pakannya bernutrisi, kotorannya pun bakal jadi pupuk yang kaya nutrisi buat tanaman. Untuk mengurangi bau kotoran, saya biasa mencampur molase ke air minumnya. Sedangkan tambahan garam di air minum itu rahasianya supaya makan sapinya makin lahap,” ujar Imron Rosidi.

Ia mengatakan, pengolahan kompos di peternakannya masih dilakukan secara alami tanpa bahan kimia. Kotoran sapi dikumpulkan di tempat khusus dan dibiarkan terurai oleh mikroorganisme selama sekitar enam bulan hingga menjadi kompos yang siap digunakan.

Menurut Imron, pupuk kompos tersebut banyak dimanfaatkan sebagai media tanam, terutama untuk tanaman cabai, karena mampu meningkatkan kesuburan tanah, mempercepat pertumbuhan akar, dan membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS memperoleh wawasan mengenai pengelolaan limbah peternakan yang dapat diolah menjadi produk bermanfaat bagi sektor pertanian sekaligus bernilai ekonomis.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN

Editor : Jaka

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN