Demplot “Loh Jinawi” Jadi Andalan, KKN UIN Walisongo Dampingi PKK Rowosari Hadapi Lomba Desa Binaan

Kolaborasi mahasiswa KKN dan PKK Desa Rowosari memperkuat kesiapan administrasi serta Demplot Ketahanan Pangan "Loh Jinawi" menjelang seleksi Desa Binaan tingkat Kecamatan Tuntang.

Semarang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 Posko 30 UIN Walisongo Semarang mendampingi Tim Penggerak PKK Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, dalam mempersiapkan Pokja 3 menjelang seleksi Desa Binaan tingkat kecamatan. Pendampingan dilakukan di Demplot Ketahanan Pangan “Loh Jinawi”, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan difokuskan pada penataan administrasi, pembukuan, serta kesiapan fisik demplot yang akan menjadi salah satu objek penilaian. Mahasiswa KKN juga membantu memastikan seluruh dokumen dan sarana pendukung telah tertata dengan baik.

Demplot “Loh Jinawi” merupakan program ketahanan pangan PKK Desa Rowosari yang memanfaatkan lahan pekarangan untuk pertanian dan peternakan rumah tangga. Nama “Loh Jinawi” diambil dari filosofi Jawa yang melambangkan tanah subur, makmur, dan menghasilkan.

Koordinator Desa KKN Posko 30, Muhammad Ryan Yuliyanto, mengatakan pendampingan tersebut merupakan bentuk dukungan mahasiswa dalam meningkatkan kesiapan desa menghadapi proses penilaian.

“Pendampingan yang kami lakukan bertujuan memperkuat kesiapan administrasi dan kondisi fisik lokasi sebelum penilaian, sehingga demplot benar-benar siap saat dinilai oleh tim kecamatan,” ujarnya.

Ketua Pokja 3 Demplot “Loh Jinawi”, Rifah Afiati, menjelaskan program Pokja 3 mencakup bidang pangan, sandang, dan tata laksana rumah tangga. Program tersebut diwujudkan melalui budidaya sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman keras, perikanan lele, hingga peternakan ayam dan bebek.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan bertujuan membantu keluarga menghemat pengeluaran dengan memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.

“Dengan menanam sayuran dan beternak sendiri, masyarakat bisa mengurangi biaya belanja rumah tangga,” katanya.

Saat ini telah terbentuk tiga Kelompok Wanita Tani (KWT), yakni di Rejosari Lor, Rejosari Kidul, dan Rowosari. Meski demikian, tantangan masih ditemui dalam menjaga keaktifan anggota untuk merawat demplot secara bergiliran.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo dan PKK Desa Rowosari berharap program ketahanan pangan berbasis keluarga terus berkembang sekaligus mendukung kesiapan desa menghadapi seleksi Desa Binaan tingkat kecamatan.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN UIN
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN