JEPARA, Jatengnews.id — Menjaga keandalan pembangkit tidak hanya bergantung pada turbin dan generator. Di balik operasional Unit 2 PLTU Tanjung Jati B berkapasitas 660 megawatt, terdapat sistem pendukung yang memiliki peran penting, salah satunya sistem pendingin.
Untuk memastikan sistem tersebut tetap bekerja optimal, PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B melakukan Circulating Water Pump (CWP) Inspection sebagai bagian dari pemeliharaan terencana Unit 2, Rabu (5/8/2026).
CWP merupakan pompa berkapasitas besar yang bertugas mengalirkan air laut dari sistem intake menuju kondensor. Air laut tersebut berfungsi menyerap panas dari uap keluaran turbin sehingga uap dapat dikondensasikan kembali menjadi air dan digunakan dalam siklus pembangkitan berikutnya.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, mengatakan keandalan sistem pendingin menjadi salah satu faktor yang menentukan kestabilan operasi pembangkit.
Menurutnya, CWP harus mampu bekerja secara konsisten untuk memastikan kebutuhan air pendingin menuju kondensor tetap terpenuhi.
“CWP dapat diibaratkan sebagai salah satu denyut utama sistem pendingin. Pompa ini harus mampu mengalirkan air dalam jumlah yang dibutuhkan secara konsisten agar proses pendinginan di kondensor berjalan dengan baik,” kata Andi.
Dalam inspeksi tersebut, PLN melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap CWP beserta peralatan penggeraknya. Salah satu pekerjaan penting yang dilakukan adalah penggantian motor CWP sebagai langkah preventif untuk menjaga kesiapan sistem pendingin Unit 2.
Motor CWP merupakan motor tegangan menengah yang beroperasi dengan beban besar. Pemeriksaan dilakukan saat kondisi off-load sehingga tim dapat mengevaluasi kondisi motor, sistem kelistrikan, sambungan, hingga berbagai perangkat pendukung secara lebih aman dan detail.
Andi menjelaskan, penggantian motor bukan berarti peralatan mengalami kerusakan. Langkah tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan berbasis kondisi dan siklus operasi untuk mengantisipasi potensi gangguan sebelum pembangkit kembali beroperasi.
“Pemeliharaan preventif memungkinkan kami mengambil tindakan sebelum terjadi kegagalan. Dengan mengetahui kondisi aktual peralatan, tim dapat menentukan langkah yang tepat agar risiko gangguan dapat ditekan dan masa pakai peralatan tetap terjaga,” jelasnya.
Pemeriksaan CWP juga tidak berdiri sendiri. Keandalan pompa sangat berkaitan dengan kondisi sistem intake yang menjadi jalur masuk air laut menuju pembangkit.
Sebelum dialirkan oleh CWP ke kondensor, air laut terlebih dahulu melewati bar screen dan travelling screen. Kedua perangkat tersebut berfungsi menyaring batu, sampah, maupun material lain yang terbawa arus laut.
Karena itu, pemeliharaan Unit 2 turut mencakup pemeriksaan dan perbaikan pipa intake, perbaikan bar screen, serta overhaul travelling screen. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian sistem air pendingin dapat bekerja secara terintegrasi.
Selain aspek teknis, keselamatan kerja menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan pemeliharaan. Pengangkatan motor dan komponen berukuran besar dilakukan menggunakan peralatan yang telah tersertifikasi serta melibatkan operator dan rigger kompeten berdasarkan lifting plan yang telah disetujui.
Penerapan isolasi energi, permit to work, Job Safety Analysis (JSA), inspeksi peralatan kerja, hingga penggunaan alat pelindung diri juga dilakukan sesuai potensi risiko pekerjaan. Seluruh proses berada dalam pengawasan tim teknis dan Health, Safety, Security and Environment (HSSE).
Andi menyebut rangkaian pemeliharaan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN menjaga kesiapan pembangkit sekaligus memastikan pasokan listrik tetap dapat diandalkan.
Dalam momentum menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat tersebut diwujudkan melalui kerja teknis yang dilakukan di balik layar, termasuk memastikan sistem pendingin pembangkit berada dalam kondisi optimal.
“Menjaga CWP tetap andal berarti menjaga proses pendinginan, efisiensi pembangkit, dan keberlanjutan pasokan listrik. Inilah kerja nyata PLN dalam menghadirkan energi yang mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan Indonesia,” pungkas Andi.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara





