Cuaca Wisata Jateng Hari Ini 12 Agustus 2026, Lawang Sewu hingga Borobudur Diprediksi Cerah

Suhu udara di kawasan wisata tersebut diperkirakan berada pada kisaran 20-30 derajat Celsius

SEMARANG, Jatengnews.id – Sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah diprakirakan mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan pada Rabu, 12 Agustus 2026. Suhu udara di beberapa lokasi bahkan diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius.

Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Jenderal Ahmad Yani Semarang, informasi cuaca tersebut berlaku mulai 12 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 13 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.

Dari 12 objek wisata sejarah dan destinasi wisata yang masuk dalam prakiraan BMKG, Lawang Sewu Semarang menjadi salah satu lokasi dengan suhu udara tertinggi. Suhu di kawasan tersebut diprakirakan berada pada kisaran 25-34 derajat Celsius dengan kondisi cerah pada pagi, siang, malam hingga dini hari.

Sementara itu, kawasan Candi Borobudur diprakirakan cerah pada pagi dan siang hari. Kondisi cuaca kemudian berubah menjadi cerah berawan hingga berawan pada malam dan dini hari. Suhu udara di kawasan wisata tersebut diperkirakan berada pada kisaran 20-30 derajat Celsius.

Di Candi Gedong Songo, Kabupaten Semarang, cuaca diprakirakan cerah pada pagi, siang dan malam hari. Memasuki dini hari, kondisi berpotensi berubah menjadi cerah berawan. Suhu udara diperkirakan berkisar 19-28 derajat Celsius.

Sedangkan Masjid Agung Demak diprakirakan mengalami cuaca cerah pada pagi hingga malam hari dan cerah berawan pada dini hari. Suhu udara di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 24-34 derajat Celsius.

Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Museum Manusia Purba Sangiran. Cuaca diperkirakan cerah pada pagi dan siang hari, kemudian cerah berawan pada malam hari dan kembali cerah pada dini hari. Suhu udara berkisar 22-34 derajat Celsius.

Beranjak ke Temanggung, Taman Kyai Langgeng diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan pada pagi hari, cerah pada siang hari, kemudian kembali cerah berawan hingga berawan pada malam dan dini hari. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 20-28 derajat Celsius.

Sementara itu, Taman Balekambang Surakarta diprakirakan cerah pada pagi dan siang hari. Pada malam hari kondisi cuaca diperkirakan cerah berawan sebelum kembali cerah pada dini hari. Suhu udara berkisar 23-34 derajat Celsius.

Untuk Saloka Park, cuaca diprakirakan cerah pada pagi, siang dan malam hari. Kondisi cerah berawan diperkirakan terjadi pada dini hari. Suhu udara di kawasan wisata tersebut diprakirakan berada pada kisaran 20-27 derajat Celsius.

Di wilayah Cilacap, Benteng Pendem diprakirakan mengalami cuaca cerah pada pagi dan siang hari, kemudian cerah berawan pada malam hingga dini hari. Suhu udara diperkirakan berkisar 23-33 derajat Celsius.

Sementara itu, Museum Batik Pekalongan diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan pada pagi hari, kemudian cerah pada siang dan malam hari. Pada dini hari, kondisi diperkirakan kembali cerah berawan. Suhu udara berada pada kisaran 24-34 derajat Celsius.

Untuk kawasan Keraton Kasunanan Surakarta, BMKG memprakirakan cuaca cerah pada pagi dan siang hari. Pada malam hari kondisi diperkirakan cerah berawan dan kembali cerah pada dini hari. Suhu udara diperkirakan berkisar 23-34 derajat Celsius.

Sedangkan Pikatan Water Park Temanggung menjadi destinasi dengan suhu minimum paling rendah dalam daftar tersebut. Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 18-28 derajat Celsius. Cuaca diprediksi cerah pada pagi dan siang hari, cerah berawan pada malam hari, serta berawan pada dini hari.

Secara keseluruhan, BMKG memprakirakan sebagian besar destinasi wisata tersebut mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan. Beberapa lokasi seperti Lawang Sewu, Masjid Agung Demak, Museum Manusia Purba Sangiran, Taman Balekambang, Museum Batik Pekalongan, dan Keraton Kasunanan Surakarta diprakirakan mencapai suhu maksimum 34 derajat Celsius.

Bagi masyarakat yang berencana mengunjungi sejumlah destinasi tersebut, informasi prakiraan cuaca dapat menjadi pertimbangan sebelum melakukan perjalanan. Kondisi cuaca juga dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer sehingga masyarakat tetap disarankan memantau informasi terbaru dari BMKG. (01).

Penulis: Shodiqin
Sumber: BMKG Ahmad Yani Semarang

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN