JEPARA, Jatengnews.id – Perkembangan teknologi digital mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika SMP Kabupaten Jepara menggelar pelatihan penguatan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMPN 5 Jepara, Selasa (11/8/2026), tersebut diikuti 64 guru informatika dari berbagai SMP di Kabupaten Jepara.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat UNNES. Program tersebut diarahkan untuk membantu para guru meningkatkan kemampuan dalam mengajarkan koding, berpikir komputasional, sekaligus memahami pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam proses pembelajaran.
Ketua Tim Pengabdian UNNES, Achmad Farchan, M.Pd., mengatakan pelatihan tersebut menjadi penting seiring diterapkannya kebijakan yang menempatkan koding dan kecerdasan artifisial sebagai mata pelajaran pilihan.
Menurutnya, tantangan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan siswa, tetapi juga kompetensi guru. Sebab, sebagian besar guru yang mengampu pembelajaran tersebut belum memiliki latar belakang pendidikan informatika secara khusus.
“Ini adalah upaya membelajarkan bagaimana Ibu dan Bapak mengajarkan kemampuan berpikir komputasional untuk anak-anak SMP agar mereka punya kemampuan berpikir runut, sistematis, serta memahami sebab akibat,” ujar Achmad.
Ia menambahkan, pembelajaran AI juga tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan teknologi. Aspek etika dan tanggung jawab dalam memanfaatkan AI perlu diperkenalkan kepada siswa sejak dini.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik. Abdul Arif, M.Pd., memberikan materi mengenai konsep dasar koding dan berpikir komputasional.
Para guru juga diajak mempraktikkan pembuatan chatbot sederhana dengan memanfaatkan platform PictoBlox. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pembelajaran yang nantinya bisa dikembangkan sesuai kebutuhan siswa di sekolah masing-masing.
Sementara itu, narasumber lainnya, Indra Simanungkalit, M.Pd., membahas dasar-dasar kecerdasan artifisial. Peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan perangkat digital untuk menghasilkan konten kreatif, salah satunya melalui Heygen.
Kepala SMPN 5 Jepara, Edy Suyanto, M.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan dapat membantu menjawab kebutuhan guru yang saat ini mulai menghadapi implementasi mata pelajaran pilihan KKA di sejumlah sekolah di Jepara.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Penguatan pembelajaran KKA juga mendapat dukungan dari MGMP Informatika dan KKA Kabupaten Jepara. Koordinator MGMP Informatika dan KKA, Bambang Dwi Joko, M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan pembentukan Satgas KKA.
Satgas tersebut nantinya diharapkan dapat membantu mengawal berbagai kebutuhan pembelajaran, mulai dari penyusunan materi hingga proses penilaian akhir semester.
Pengawas Pembina Disdikpora Jepara, Tri Daryatni, S.Kom., M.Kom., yang membuka kegiatan secara resmi, mengingatkan bahwa penguasaan teknologi harus tetap diimbangi kemampuan berpikir logis.
“Algoritma pemrograman itu menjadi dasar apapun software-nya. Saya harapkan di sini nanti bukan sekadar menguasai soft programming, tapi bagaimana kita membangun algoritma berpikir komputasional,” katanya.
Menurut Tri, keberadaan AI seharusnya tidak membuat siswa hanya menjadi pengguna pasif. Sebaliknya, pembelajaran teknologi perlu diarahkan agar peserta didik mampu menciptakan dan menghasilkan karya.
“Jangan sampai bergantung pada AI. Kita tingkatkan nanti agar mereka menjadi kreator,” tegasnya.
Pelatihan yang didanai melalui DPA UNNES Tahun Anggaran 2026 tersebut diharapkan mampu mempercepat kesiapan guru dalam menghadapi perubahan pembelajaran berbasis teknologi.
Dengan meningkatnya kompetensi pendidik, implementasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial di sekolah-sekolah Jepara diharapkan tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi juga mampu membentuk siswa yang memiliki kemampuan berpikir sistematis, kreatif, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara





