KARANGANYAR, Jatengnews.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Insan Berlian Sejahtera di Pundungrejo, Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, menarik makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (12/8/2026).
Penarikan dilakukan setelah ditemukan menu ayam rempah pada batch kedua pemasakan yang memiliki bau dan rasa tidak normal. Makanan tersebut dipastikan belum sempat dibagikan kepada siswa.
Kepala SPPG Yayasan Insan Berlian Sejahtera, Abra Yodara, mengatakan indikasi masalah ditemukan saat proses pemasakan batch kedua. Sementara makanan pada batch pertama dinyatakan aman.
“Untuk hari ini memang betul kami menarik makanan. Indikasinya di batch kedua pemasakan,” ujar Abra.
Menurutnya, batch pertama mulai dimasak sekitar pukul 01.00 WIB, sedangkan batch kedua dimulai sekitar pukul 05.00 WIB.
Masalah diketahui setelah staf dan ahli gizi melaporkan adanya ayam yang memiliki bau dan rasa kurang normal. Abra kemudian langsung mengecek makanan tersebut.
“Staf sama ahli gizi laporan kepada saya bahwasanya ada masakan yang rasanya dan baunya kayaknya enggak enak. Saya langsung ke dapur, saya kroscek,” katanya.
Dari pemeriksaan ditemukan dua baskom ayam rempah yang terindikasi bermasalah. Meski demikian, Abra menyebut penyebab kerusakan masih dalam tahap dugaan dan tidak seluruh bahan ayam dinyatakan rusak.
“Indikasinya dari ayam. Ayam rempah,” ungkapnya.
Abra juga mengaku sempat mencicipi makanan yang dicurigai tersebut dan kemudian mengalami muntah, tetapi tidak mengalami diare.
Untuk mencegah risiko terhadap penerima MBG, SPPG menghentikan seluruh distribusi makanan dari batch kedua. Makanan yang telah dimasak kemudian dimusnahkan.
“Daripada ada apa-apa, makanan untuk batch kedua tidak didistribusikan. Makanan terakhir kita musnahkan karena terkait keamanan pangan,” jelasnya.
Penarikan dilakukan sekitar pukul 08.01 WIB. Pihak SPPG langsung menghubungi penanggung jawab dan pengemudi untuk menarik makanan yang hendak didistribusikan.
Distribusi MBG di SDN 2 Jati Batal
Salah satu sekolah yang tidak menerima MBG adalah SD Negeri 2 Jati. Guru SDN 2 Jati, Roni, mengatakan kendaraan pengantar sempat tiba sekitar pukul 08.00 WIB.
Namun, makanan belum sempat diturunkan karena sekolah telah mendapat pemberitahuan mengenai adanya menu ayam yang bermasalah.
“Mobilnya datang, terus belum sampai diturunkan, sudah langsung kembali lagi. Jadi belum diturunkan,” kata Roni.
Biasanya, sekitar 94 siswa di sekolah tersebut menerima MBG. Setelah makanan ditarik, pihak sekolah kemudian memberitahukan kepada siswa bahwa pembagian MBG ditiadakan hari itu.
“Diinfokan ke siswa, karena biasanya siswa menunggu. Setelah istirahat kan makan, akhirnya diberitahu MBG-nya tidak ada,” ujarnya.
Sementara itu, Abra mengatakan SPPG akan melakukan evaluasi sebelum distribusi MBG kembali dilanjutkan. Pengawasan bahan baku, terutama dari pemasok, juga akan diperketat.
“Semua langkah sudah kami antisipasi. Kami melakukan briefing setiap saat, setiap selesai pemorsian. Kami juga akan memperketat pemilihan supplier,” tandasnya.
Abra memastikan kejadian tersebut merupakan yang pertama dialami SPPG tersebut. Ia menegaskan proses produksi selanjutnya akan dilakukan dengan pengawasan lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N





