Dari Singkong Jadi Brownies, Mahasiswa KKN UMBY Dorong Potensi Ekonomi Warga Bojong

Upaya tersebut dilakukan melalui program sociopreneurship yang melibatkan ibu-ibu Dasawisma Dusun Bojong

MAGELANG, Jatengnews.id — Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 16 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mendorong warga Dusun Bojong, Desa Kajangkoso, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, mengembangkan potensi lokal menjadi peluang ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan melalui program sociopreneurship yang melibatkan ibu-ibu Dasawisma Dusun Bojong.

Program digelar dalam dua tahap. Pertama, pengenalan konsep sociopreneur pada Selasa (28/7/2026). Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan Brownies Singkong Bojong pada Senin (10/8/2026).

Melalui program ini, mahasiswa KKN mengajak masyarakat melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar sebagai peluang usaha. Salah satunya singkong yang kemudian diolah menjadi produk makanan bernilai tambah.

Kenalkan Sociopreneur

Pada tahap awal, mahasiswa KKN memperkenalkan sociopreneurship kepada ibu-ibu Dasawisma Dusun Bojong.

Sociopreneurship diperkenalkan sebagai konsep kewirausahaan yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa memulai usaha tidak selalu membutuhkan modal besar.

Potensi yang sudah tersedia di sekitar masyarakat dapat menjadi modal awal untuk menciptakan peluang usaha jika dikembangkan secara kreatif.

Melalui diskusi bersama, mahasiswa dan masyarakat kemudian mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk.

Singkong menjadi salah satu potensi yang dipilih. Bahan pangan tersebut kemudian dikembangkan menjadi olahan brownies yang diberi nama Brownies Singkong Bojong.

Produk ini diharapkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi produk yang membawa identitas Dusun Bojong.

Praktik Membuat Brownies Singkong

Konsep yang telah diperkenalkan kemudian dilanjutkan dengan praktik.

Pada Senin (10/8/2026), mahasiswa KKN-PPM Kelompok 16 UMBY bersama ibu-ibu PKK dan Dasawisma Dusun Bojong menggelar pelatihan pembuatan Brownies Singkong Bojong.

Dalam pelatihan tersebut, peserta terlibat langsung dalam seluruh proses pembuatan. Mulai dari menyiapkan bahan, mengolah singkong, membuat adonan, hingga mengukus brownies.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan dengan didampingi mahasiswa KKN dan Ibu Eti Vebriani selaku pemateri.

Setelah melalui proses pengolahan dan pengukusan, Brownies Singkong Bojong berhasil dibuat dan mendapat respons positif dari para peserta.

Bagi warga, pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus membuka wawasan mengenai peluang mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Sumber Pendapatan

Perwakilan Dasawisma Kenanga, Ibu Istiqomah, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN-PPM Kelompok 16 UMBY.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, mulai dari pengenalan sociopreneur hingga praktik membuat produk.

“Terima kasih kami ucapkan kepada adik-adik KKN yang sudah mengundang kita semua untuk belajar bersama, mulai dari kemarin itu yang teori dari pengenalan sociopreneur hingga hari ini akhirnya kita bisa membuat brownies dari singkong. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan dan rasanya enak,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan. Menurutnya, Brownies Singkong Bojong dapat dikembangkan menjadi peluang usaha bagi masyarakat.

“Semoga dari program ini masyarakat, khususnya ibu-ibu di sini, bisa dijadikan sebagai lahan atau sumber pendapatan tambahan untuk keberlanjutan ke depannya,” katanya.

Ia juga menilai program tersebut memberikan pemahaman bahwa usaha dapat dimulai dari potensi sederhana yang ada di sekitar masyarakat.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi kami ibu-ibu di sini mendapat pengetahuan baru terkait bagaimana sociopreneur itu, bagaimana kami memulai usaha dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kami dan berkelanjutan tentunya, dan bisa bermanfaat bagi kami masyarakat Dusun Bojong,” tuturnya.

Menjadi Produk Unggulan

Bagi KKN-PPM Kelompok 16 UMBY, pelatihan pembuatan Brownies Singkong Bojong bukan sekadar kegiatan memasak.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pemberdayaan masyarakat, mulai dari mengenali potensi, menemukan peluang, mengolah bahan, hingga melihat kemungkinan pengembangannya menjadi usaha.

Mahasiswa berharap konsep sociopreneur yang diperkenalkan dapat mendorong masyarakat untuk melihat potensi di sekitarnya dari sudut pandang yang berbeda.

Singkong yang selama ini menjadi salah satu bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah dan identitas khas Dusun Bojong.

Ke depan, Brownies Singkong Bojong masih dapat dikembangkan, mulai dari kualitas dan variasi produk, kemasan, penentuan harga, pembukuan sederhana hingga pemasaran.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat menjadikan Brownies Singkong Bojong sebagai salah satu produk lokal Dusun Bojong sekaligus membuka peluang sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan pada 28 Juli dan 10 Agustus 2026 tersebut menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa KKN-PPM Kelompok 16 UMBY bersama masyarakat Dusun Bojong dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal.

Melalui program ini, mahasiswa menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari hal sederhana.

Dengan kreativitas dan kolaborasi, singkong yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Brownies Singkong Bojong pun diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Dusun Bojong untuk mengembangkan potensi lokal menjadi peluang ekonomi yang dapat berkelanjutan. (01).

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: Shodiqin

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN