KKN UIN Walisongo Latih Siswa SDN Brongkol 01 Membuat Taplak Meja Ecoprint

Memanfaatkan daun sirih dan daun jambu, siswa diajak belajar membuat motif alami pada kain melalui teknik pounding sekaligus mengenal pemanfaatan bahan di sekitar.

Semarang, JatengNews.id — Tim Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Inisiator Terpadu (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 53 mengajak siswa kelas 3, 4, dan 5 SDN Brongkol 01, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, membuat taplak meja ecoprint melalui pelatihan seni berbasis bahan alami, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja Posko 53 yang memadukan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diajak memanfaatkan daun yang tersedia di sekitar sekolah untuk menghasilkan motif alami pada kain.

Pelatihan dilakukan melalui tiga tahapan, yakni penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Dalam praktiknya, siswa menggunakan teknik pounding dengan memukul daun di atas kain hingga pigmen alami dari daun berpindah dan membentuk motif pada permukaan kain.

Beberapa bahan yang digunakan siswa antara lain daun sirih dan daun jambu. Pemanfaatan bahan alami tersebut sekaligus mengenalkan kepada siswa bahwa tumbuhan di lingkungan sekitar dapat digunakan sebagai material karya seni.

Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan ecoprint juga melatih keterampilan motorik halus siswa melalui aktivitas memilih daun, menyusun komposisi, memukul daun, hingga mengamati hasil motif yang terbentuk pada kain.

Guru Nilai Ecoprint Sejalan dengan Pembelajaran SBdP

Guru Wali Kelas 3 SDN Brongkol 01, Sumiyari, S.Pd., mengapresiasi pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus mendorong siswa untuk lebih aktif berkarya.

“Sangat bermanfaat karena bisa memacu kreativitas, sekaligus menambah ilmu. Anak-anak itu lebih suka praktik langsung menciptakan karya, jadi kegiatan seperti ini pas sekali. Harapannya, anak-anak nanti bisa praktik ulang di rumah dengan bahan-bahan lain, supaya kreativitasnya terus terasah,” ujar Sumiyari.

Menurut Sumiyari, kegiatan tersebut juga relevan dengan pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di sekolah. Melalui praktik secara langsung, siswa dapat memperoleh pengalaman membuat karya yang sebelumnya lebih banyak mereka kenal melalui materi pembelajaran.

Antusiasme siswa terlihat selama proses pembuatan taplak meja ecoprint. Mereka terlibat langsung dalam memilih daun dan membuat motif menggunakan teknik pounding.

Kasih, siswa kelas 3 SDN Brongkol 01, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat membuat karya ecoprint untuk pertama kalinya.

“Aku suka bagian mukul-mukul daunnya sama bikin motifnya. Aku pakai daun sirih sama daun jambu. Aku mau coba bikin lagi di rumah,” kata Kasih.

Menurut Kasih, kegiatan tersebut juga membuatnya mengetahui bahwa daun yang biasanya tidak digunakan masih dapat dimanfaatkan menjadi karya seni.

Melalui pelatihan pembuatan taplak meja ecoprint, KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 53 berharap siswa tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga semakin mengenal potensi bahan alami di lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk terus berkreasi dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Penulis: Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Posko 53
Editor: R. D. Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN