DEMAK, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 32 mengenalkan teknik ecoprint kepada siswa kelas 4 SDN 1 Teluk, Desa Teluk, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program KKN UPGRIS yang dirancang untuk menghadirkan pembelajaran kreatif dan edukatif bagi siswa. Melalui praktik membuat ecoprint pada totebag, para siswa diajak memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN UPGRIS memberikan pengenalan mengenai teknik ecoprint, yakni proses membuat motif pada kain dengan memanfaatkan bagian tumbuhan, seperti daun dan bunga.
Siswa kemudian terlibat langsung dalam proses pembuatan. Mereka memilih daun dan bunga, menata bahan tersebut di atas totebag, serta membuat pola sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Koordinator Kegiatan KKN UPGRIS Kelompok 32, Nira Mardikawati, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar siswa mendapatkan pengalaman belajar melalui praktik secara langsung.
“Kami ingin memberikan pengalaman kepada siswa bahwa pembelajaran dapat dilakukan melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan. Melalui ecoprint, anak-anak dapat mengembangkan kreativitas sekaligus belajar memanfaatkan bahan alami yang ada di sekitar mereka,” tuturnya.
Menurut Nira, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pemanfaatan lingkungan secara bijak.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Bahan-bahan alami yang ada di sekitar ternyata bisa dimanfaatkan menjadi karya yang menarik dan memiliki nilai guna,” ujarnya.
Wali Kelas 4 SDN 1 Teluk, Ambarukmi, mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UPGRIS tersebut. Menurutnya, kegiatan ecoprint memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.
“Kegiatan ecoprint memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak. Mereka dapat belajar tentang lingkungan sekaligus menuangkan kreativitas melalui karya yang dibuat sendiri,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif memilih bahan, menyusun daun dan bunga, serta mencoba membuat motif pada totebag.
Hasil karya setiap siswa pun memiliki motif yang berbeda. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ruang bagi siswa untuk menuangkan ide dan kreativitas masing-masing.
Selain mengasah kreativitas, kegiatan KKN UPGRIS tersebut juga mengenalkan konsep pemanfaatan bahan alami dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 berharap pembelajaran kreatif berbasis lingkungan dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa sekaligus menjadi keterampilan sederhana yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Jaka N



