Rahmat Efendi Pimpin KEIND Karanganyar

Rahmat Efendi dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) Karanganyar resmi terbentuk dan melantik kepengurusan periode 2026-2031, Rabu (19/8/2026) malam.

Rahmat Efendi dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pelantikan KEIND Karanganyar disebut menjadi langkah pionir di wilayah Soloraya. Kepengurusan inti yang dilantik berjumlah 51 orang dan ke depan ditargetkan terus berkembang dengan menjangkau para pelaku usaha di seluruh Kabupaten Karanganyar.

Rahmat Efendi mengatakan, KEIND Karanganyar siap bersinergi dengan Pemkab Karanganyar di bawah kepemimpinan Bupati Rober Christanto.

“Kita siap jadi mitra strategis Pemkab Karanganyar di bawah komando Bapak Bupati. Kita menjadi agen garda terdepan pembangunan ekonomi di kabupaten, atas petunjuk Bapak Bupati,”katanya.

Menurutnya, KEIND tidak akan berjalan sendiri maupun mengambil peran organisasi lain. Justru, KEIND akan membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi pengusaha yang sudah ada.

“Jadi kita tidak pernah bersaing. Kita tetap bergandengan tangan,”ujarnya.
Rahmat menegaskan salah satu target utama KEIND Karanganyar adalah mendorong terciptanya zero pengangguran. Target tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama membangun perekonomian Karanganyar.

Selain itu, KEIND Karanganyar juga akan mengambil peran dalam membantu masyarakat kurang mampu. Salah satu program awal yang disiapkan setelah pelantikan adalah menyalurkan sebagian rezeki organisasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Rahmat, langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan kepada pemerintah, khususnya dalam membantu meringankan tugas Dinas Sosial.

“Yang didata dan menerima bantuan kan banyak. Kita membantu di situ. Salah satunya itu,”jelasnya.

Program utama lainnya adalah pengembangan kapasitas pengusaha melalui kegiatan coaching dan talkshow. KEIND Karanganyar akan menghadirkan para pengusaha berpengalaman untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada pelaku usaha lokal.

Rahmat menyebut salah satu tokoh yang masuk dalam jajaran dewan penasihat adalah Iwan Andranikus, Presiden Direktur PT Indaco Warna Dunia.

“Kita akan membuat coaching-coaching dan talkshow. Mudah-mudahan beliau bisa men-share ilmu-ilmunya, sehingga mengangkat pengusaha menengah menjadi seperti beliau, dan pengusaha di bawah UMKM bisa naik menjadi pengusaha menengah,”urainya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi KEIND Jawa Tengah, Edi Supriyono, menegaskan keberadaan KEIND bukan untuk menjadi pesaing Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) maupun organisasi pengusaha lainnya.

Menurut Edi, KEIND justru menjadi wadah yang mendorong sinergi berbagai organisasi dan asosiasi pengusaha.

“Kita tidak bersaing dengan siapa pun. Kita sebagai anak bangsa ikut membangun bangsa ini bersama-sama,”terangnya.

Ia berharap pelantikan KEIND Karanganyar menjadi pemantik terbentuknya kepengurusan serupa di kabupaten/kota lain di Soloraya. Menurutnya, embrio KEIND sudah mulai tumbuh di sejumlah daerah seperti Sragen, Klaten, dan Sukoharjo.

“Soloraya yang sudah resmi memang baru Karanganyar. Tapi embrionya Sragen ada, Klaten ada, kemudian Sukoharjo juga sudah lama. Tinggal nanti segera menyusul daerah lain yang relatif sudah ada embrionya,” ujarnya.

Edi mengatakan fokus utama KEIND adalah memperkuat UMKM.

Hal tersebut dinilai penting di tengah kondisi ekonomi yang relatif lesu dan banyaknya keluhan pelaku UMKM mengenai kondisi pasar.

“Targetnya adalah UMKM, bagaimana membangun UMKM menjadi semakin kuat. Sekarang kondisi perekonomian relatif agak lesu dan banyak teman-teman UMKM yang mengeluh,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KEIND Pusat Apda Rizal mengatakan KEIND memiliki posisi berbeda dengan HIPMI. Menurutnya, HIPMI memiliki segmentasi pengusaha muda, sedangkan KEIND menjadi wadah yang dapat menaungi pengusaha tanpa batasan usia.

“HIPMI itu dibatasi usia 40 tahun ke bawah karena dia pengusaha muda. Kita semuanya sama, satu suara di Kadin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai asosiasi pengusaha seperti Apindo, HIPMI, Gapensi dan organisasi lainnya dapat bersinergi dalam wadah KEIND.

Apda mengatakan KEIND saat ini telah berkembang di 28 provinsi dan memiliki sekitar 25 perwakilan di luar negeri. Organisasi tersebut juga telah berjalan hampir enam tahun dan terus mengembangkan program pemberdayaan pengusaha.

Salah satu program unggulan KEIND secara nasional adalah Kadin Go to Campus.

“Program tersebut diarahkan untuk melahirkan pengusaha baru dari kalangan mahasiswa. Para lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui ide dan inovasi bisnis,”pungkasnya.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN