KKN-T 84 UNDIP Dorong Desa Gebugan Melek Digital, Perangkat Desa dan Karang Taruna Dibekali Strategi Promosi

Pemerintah desa dan BUMDes diharapkan dapat menjadi penghubung untuk meneruskan pengetahuan tersebut kepada para pelaku UMKM di berbagai wilayah Desa Gebugan.

SEMARANG, Jatengnews.id – Transformasi digital di tingkat desa tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu memanfaatkannya secara optimal. Hal inilah yang coba didorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 84 Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui edukasi digital marketing dan jurnalistik bagi perangkat Desa Gebugan, BUMDes, serta Karang Taruna.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung PKK Desa Gebugan pada Senin (10/8/2026) tersebut menjadi salah satu langkah awal Tim KKN-T 84 UNDIP dalam membangun ekosistem digital yang dapat mendukung promosi potensi desa, UMKM, kesenian, hingga berbagai kegiatan masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada teori, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai bagaimana media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi yang efektif. Pemerintah desa dan BUMDes diharapkan dapat menjadi penghubung untuk meneruskan pengetahuan tersebut kepada para pelaku UMKM di berbagai wilayah Desa Gebugan.

Digital marketing dinilai dapat membuka peluang baru bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Melalui pemanfaatan media sosial dan berbagai kanal digital, produk UMKM yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar dapat diperkenalkan kepada masyarakat di luar Desa Gebugan.

Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan mendatangi sejumlah UMKM secara langsung. Langkah tersebut menjadi bentuk penerapan materi digital marketing yang sebelumnya telah disampaikan dalam kegiatan sosialisasi.

Di sisi lain, Tim KKN-T 84 UNDIP juga memberikan edukasi mengenai penulisan berita dan media massa. Kemampuan jurnalistik tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat desa dalam mendokumentasikan sekaligus mempublikasikan berbagai kegiatan dan potensi lokal secara lebih terstruktur.

Materi jurnalistik juga memiliki kaitan erat dengan agenda utama KKN-T 84 UNDIP di Desa Gebugan, yakni Festival Aksara Karya. Melalui kemampuan membuat berita dan mengemas informasi, masyarakat diharapkan dapat ikut mempromosikan festival tersebut sehingga gaungnya tidak hanya dirasakan oleh warga desa, tetapi juga masyarakat dari luar daerah.

Festival Aksara Karya sendiri diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan Desa Gebugan yang mampu mempertemukan potensi UMKM dengan seni dan budaya lokal. Karena itu, strategi promosi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun keberlanjutan event.

Selain jurnalistik dan digital marketing, peserta juga memperoleh materi mengenai event branding, promosi kegiatan, hingga manajemen konflik dalam penyelenggaraan event.

Pembahasan tersebut dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi. Peserta dapat menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta berbagai gagasan yang berkaitan dengan pengembangan UMKM, promosi desa, dan penyelenggaraan kegiatan masyarakat.

Sekretaris Desa Gebugan, Sartiyah, S.Pd., menyambut baik program yang diberikan mahasiswa KKN-T 84 UNDIP. Ia menilai edukasi tersebut dapat menjadi langkah penting untuk memperkenalkan berbagai UMKM dan kesenian yang dimiliki Desa Gebugan.

Dukungan dari pemerintah desa juga diarahkan agar pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, program yang diberikan mahasiswa tidak berhenti setelah kegiatan KKN berakhir, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.

Keterlibatan Karang Taruna dalam kegiatan ini turut menjadi bagian penting. Sebagai kelompok yang dekat dengan teknologi dan media sosial, generasi muda dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak promosi digital desa.

Kolaborasi antara perangkat desa, BUMDes, Karang Taruna, pelaku UMKM, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan pola pengelolaan informasi serta promosi yang lebih mandiri.

Tim KKN-T 84 UNDIP pun optimistis penguatan kapasitas digital tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang bagi Desa Gebugan. Bukan hanya membuat potensi desa lebih mudah dikenal, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi produk UMKM dan memperluas promosi kesenian lokal.

Melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi lintas elemen masyarakat, Desa Gebugan diharapkan mampu membangun identitas digital yang kuat sekaligus menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi baru bagi desa.


Penulis   : Tim Mahasiswa KKN

Editor      : Alif Nazzala Rizqi

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN