SEMARANG, Jatengnews.id – Kesuksesan sebuah pertunjukan seni tidak hanya ditentukan oleh penampilan para seniman di atas panggung. Di balik pertunjukan yang berjalan lancar, terdapat proses persiapan yang membutuhkan perencanaan, koordinasi, pembagian tugas, hingga pengaturan waktu yang matang.
Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 84 Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam mendampingi Sanggar Seni dan Budaya Among Rasa Atunggal di Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Melalui program bertajuk “Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Pertunjukan melalui Sosialisasi Manajemen Event”, mahasiswa KKN-T 84 memberikan pembekalan mengenai dasar-dasar pengelolaan acara yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan sanggar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 di Sanggar Among Rasa Atunggal dan diikuti oleh anggota serta pengurus sanggar. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan pertunjukan, mulai dari tahap perencanaan acara, pembentukan dan pembagian tugas kepanitiaan, penerimaan tamu, pengelolaan waktu, hingga evaluasi setelah kegiatan.
Tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, mahasiswa KKN-T 84 juga membuka ruang diskusi bersama peserta. Anggota dan pengurus sanggar diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus berbagi pengalaman mengenai berbagai kendala yang pernah dihadapi ketika mempersiapkan maupun menjalankan sebuah pertunjukan.
Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memungkinkan mahasiswa dan pihak sanggar membahas solusi yang lebih praktis dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Berbagai pengalaman yang disampaikan peserta kemudian dikaitkan dengan prinsip dasar manajemen event agar dapat diterapkan dalam kegiatan sanggar ke depan.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian adalah penyusunan rundown acara. Rundown berfungsi sebagai panduan agar setiap rangkaian kegiatan dapat berlangsung sesuai urutan, pembagian waktu, serta peran masing-masing pihak yang telah ditentukan.
Dengan adanya rundown yang jelas, setiap anggota kepanitiaan diharapkan dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya. Koordinasi antarpanitia juga menjadi lebih mudah sehingga potensi kendala selama pertunjukan dapat diminimalkan.
Selain memberikan sosialisasi, mahasiswa KKN-T 84 juga menyerahkan Booklet Manajemen Event kepada Sanggar Among Rasa Atunggal sebagai bentuk keberlanjutan program. Booklet tersebut memuat panduan dasar yang dapat digunakan sanggar ketika mempersiapkan dan mengelola sebuah kegiatan.
Mahasiswa turut memberikan template rundown acara yang dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing pertunjukan. Dengan adanya panduan tersebut, sanggar diharapkan memiliki referensi praktis yang dapat digunakan secara mandiri pada kegiatan-kegiatan berikutnya.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN-T 84 UNDIP dalam mendukung penguatan kapasitas kelembagaan dan pengelolaan kegiatan seni budaya di Desa Gebugan. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada aspek kreativitas pertunjukan, tetapi juga pada kemampuan mengelola proses di balik layar secara lebih sistematis.
Melalui manajemen acara yang lebih terstruktur, Sanggar Among Rasa Atunggal diharapkan dapat semakin siap menyelenggarakan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Dengan demikian, penampilan yang menarik di atas panggung dapat berjalan beriringan dengan persiapan yang matang, koordinasi yang baik, serta pengelolaan acara yang lebih profesional.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi





